Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI Doc: ANTARA/ Muhammad Zulfikar
Ket. Ilustrasi - Pelaku UMKM menunjukkan aneka rendang khas Kota Padang, Sumatera Barat.

SHANGHAI – Produk makanan olahan menjadi salah satu sektor yang terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan kepraktisan dan efisiensi.

Pertumbuhan sektor ini didorong oleh inovasi produk, perluasan distribusi digital, serta meningkatnya permintaan terhadap makanan siap saji dan bernilai tambah.

Namun, industri makanan olahan juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga bahan baku, tuntutan standar keamanan pangan, hingga perubahan preferensi konsumen yang mulai beralih ke produk lebih sehat dan ramah lingkungan.

Karena itu, kemampuan pelaku industri dalam menjaga kualitas, inovasi, dan daya saing harga menjadi faktor kunci untuk mempertahankan pertumbuhan pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan produk makanan olahan Indonesia mulai diminati pasar di Tiongkok, termasuk sarang burung walet, produk rumput laut, hingga kopi.

"Kita tahu kalau salah satu pasar terbesar produk sarang burung walet Indonesia adalah Tiongkok. Kemudian, kemarin dalam SIAL 2026 dapat dilihat banyak sekali produk makanan olahan yang ternyata sangat diminati oleh pasar di Tiongkok," kata Roro dalam Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di Shanghai, Selasa (19/5).

SIAL 2026 adalah "Salon International de l'Alimentation" 2026, salah satu dari tiga pameran makanan terbesar dunia yang sedang digelar di Shanghai pada 18-20 Mei 2026. Pameran tersebut dihadiri lebih dari 5.000 peserta dari 75 negara dan menampilkan 350.000 produk.

Sedangkan Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di Shanghai merupakan acara yang mempertemukan sekitar 30 pelaku usaha di bidang makanan, minuman, dan produk pertanian Indonesia dan Tiongkok.

"Hari ini merupakan kesempatan untuk kita saling mengenal satu sama lain, untuk saling mengetahui produk-produk lain yang bisa masuk, bisa penetrasi ke pasar di Tiongkok; karena kita tahu bahwa Tiongkok merupakan salah satu pengimpor produk pertanian dan makanan olahan terbesar dunia, dengan permintaan yang semakin meningkat," kata Roro.

Untuk ekspor produk olahan makanan Indonesia ke Tiongkok, Roro menyebut yang diminati pasar di Tiongkok antara lain sarang burung walet, buah-buahan, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, rempah-rempah, dan kopi.

"Jadi, kopi adalah sesuatu yang kami paham bahwa pasar Tiongkok suka dan kami bersyukur bisa menampilkan banyak produk kopi yang sangat kreatif, baik dalam pengemasan maupun yang berkualitas tinggi. Saya juga berharap kita bisa saling belajar tentang produk-produk makanan olahan dalam forum bisnis hari ini," tambah Roro.

Kementerian Perdagangan akan berusaha untuk memfasilitasi peningkatan hubungan dagang Indonesia-Tiongkok melalui perjanjian dagang maupun implementasinya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, total ekspor Indonesia pada tahun 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau tumbuh 6,15 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 tercatat sebesar 61,30 miliar dolar AS atau tumbuh positif di kisaran 4,15 persen dalam 5 tahun terakhir.

Roro juga mendorong para pelaku bisnis dari Tiongkok untuk ikut dalam Trade Expo Indonesia yang pada tahun ini digelar pada 15-19 Oktober 2026 di Tangerang Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Kemendag dan Bapanas Perkua...
Daerah
Pemkab Batang Matangkan Pem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Harga Cabai Rawit Rp75.150 Per Kg, Telur Ayam Rp30.350 Per Kg

Harga Cabai Rawit Rp75.150 Per Kg, Telur Ayam Rp30.350 Per Kg

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.