Produsen Minyak Pelumas Terus Berkomitmen Mereduksi Emisi CO2
📅 Senin, 10 Mar 2025, 19:45 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Antara
JAKARTA- Para produsen minyak pelumas terus berkomitmen untuk mereduksi emisi karbondioksida (CO2) secara signifikan seiring dengan tuntutan masyarakat global untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari efek perubahan iklim.
Demikian kesimpulan “JAMA Lube Oil Seminar 2025” yang diselenggarakan oleh Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) pada Senin (10/3) di Hotel Le Meridean, Jakarta.
Direktur Utama Pertamina Lubricants, Werry Prayogi dalam sambutannya pada seminar tersebut mengatakan peraturan Pemerintah mendorong perkembangan desain mesin, dan standar pelumas untuk terus menyesuaikan dengan kebutuhan yang dinamis.
“Penting bagi kami untuk memahami peraturan pemerintah, kebutuhan mesin, dan standar pelumas secara menyeluruh. Selain itu, dengan semakin banyaknya penggunaan teknologi pengendalian emisi dan bahan bakar alternatif, beradaptasi dengan perubahan ini menjadi hal yang penting,” kata Werry.
Pertamina Lubricants papar Werry bangga dapat bekerja sama dengan JAMA dalam menyelenggarakan seminar tersebut yang menjadi kesempatan berharga bagi semua untuk belajar, bertukar gagasan, dan memahami arah masa depan industri otomotif dan pelumas. Terutama, di tengah meningkatnya tuntutan terhadap inovasi dan keberlanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senior Specialist Engine and Driveline Lubricants Pertamina Lubricants, Alva Kurnia dalam kesempatan itu mengatakan kebutuhan pelumas di Indonesia tetap tinggi, meskipun ada tren kendaraan listrik.
“Mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE) masih mendominasi populasi kendaraan di Indonesia yaitu 99,95 persen, sementara kendaraan listrik (EV) hanya 0,05 persen. Dominasi ini menunjukkan bahwa permintaan pelumas mesin akan tetap tinggi di masa depan,” kata Alva.
Indonesia kata Alva memegang pangsa pasar kendaraan terbesar, menjadikannya pemain utama di industri ini, terutama di sektor pelumas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Meskipun penjualan kendaraan listrik (EV) berkembang pesat, kendaraan ICE masih mendominasi. Namun permintaan akan pelumas dengan tingkat performa terbaru dan kualitas bahan dasar yang lebih tinggi terus bertambah yang dipengaruhi oleh teknologi otomotif terbaru dan peraturan yang berlaku,” jelas Alva.
Konservasi Energi
Chairman JAMA Lube Oil Seminar 2025 yang juga Project Manager, Electrification Material Development Dept. Toyota Motor Corp, Kazua Yamamori mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar di industri otomotif saat ini adalah mengurangi emisi karbon secara signifikan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari efek perubahan iklim.
“Kami terus berupaya meningkatkan fuel efficiency dari model-model mobil terbaru, dan akan terus melahirkan dan mengenalkan teknologi-teknologi yang mampu mendorong fuel efficiency dan konservasi energi,” ungkap Kazuo.
JAMA kata Kazuo berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon pada 2050 melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi di seluruh industri otomotif. Saat ini, berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia, telah merespons tantangan tersebut melalui penerapan regulasi yang semakin ketat dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
OEM Relationship dari Afton Chemical Japan Corp, Yoshinori Ono pada kesempatan yang sama mengatakan pelumas tetap memiliki peran penting dalam pengurangan emisi CO2. Dia mengatakan pelumas dan aditif berperan dalam teknologi otomotif modern, terutama dalam meningkatkan fuel efficiency di semua jenis kendaraan melalui formulasi dengan base oil canggih dan aditif berkinerja tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!