Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Serukan Negara-Negara Cabut Pembatasan Perjalanan Terkait Ebola

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 19:50 WIB | Oleh:
WHO Serukan Negara-Negara Cabut Pembatasan Perjalanan Terkait Ebola Doc: Magnific

JENEWA — WHO memperingatkan bahwa larangan perjalanan yang diberlakukan sejumlah negara terkait wabah Ebola dapat menghambat upaya penanganan penyakit tersebut. WHO menilai kebijakan tersebut berdampak pada respons terhadap wabah yang saat ini terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan larangan perjalanan menyeluruh telah mengganggu rantai pasok. Menurut dia, kebijakan tersebut juga menghambat berbagai kegiatan penanganan wabah di lapangan, dilansir dari Politico, Kamis (4/6).

Oleh karena itu, WHO meminta negara-negara yang menerapkan pembatasan tersebut untuk mempertimbangkan pencabutannya. Menurut WHO, lebih dari selusin negara telah memberlakukan pembatasan perjalanan terkait wabah Ebola.

Amerika Serikat, Bahrain, dan Meksiko termasuk di antara negara yang mengambil langkah tersebut. Sementara itu, Kanada menerapkan karantina selama 21 hari bagi seluruh pelancong yang datang dari DRC.

WHO menilai pembatasan perjalanan secara menyeluruh bukan merupakan solusi paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit. Sebagai alternatif, organisasi tersebut mendorong penerapan pemeriksaan kesehatan saat keberangkatan di bandara, pelabuhan, dan perlintasan perbatasan.

Di tengah kekhawatiran mengenai penyebaran wabah, WHO juga menyampaikan perkembangan yang lebih positif. Organisasi itu menyebut jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi saat ini lebih rendah dibandingkan perkiraan awal para ahli.

Peningkatan kapasitas pengujian terhadap kasus-kasus yang dicurigai terinfeksi Ebola menghasilkan data yang lebih akurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jumlah orang yang terinfeksi strain Bundibugyo lebih sedikit daripada yang sebelumnya dikhawatirkan.

Hingga 1 Juni, WHO mencatat 344 kasus Ebola terkonfirmasi dan 60 kematian di Republik Demokratik Kongo. Selain itu, terdapat 116 kasus yang masih berstatus suspek dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.