Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kalbar Dorong Proyek Jalan Lingkar dan Jembatan Kapuas 3 untuk Meningkatkan Aksesibilitas

📅 Jumat, 18 Apr 2025, 15:52 WIB | Oleh:
Pemprov Kalbar Dorong Proyek Jalan Lingkar dan Jembatan Kapuas 3 untuk Meningkatkan Aksesibilitas Doc: Antara Foto
Ket. Proyek jalan lingkar yang akan menghubungkan Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah ini merupakan langkah prioritas dalam menanggulangi kepadatan lalu lintas yang makin meningkat .

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis guna mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antardaerah melalui rencana pembangunan jalan lingkar luar (outer ring road) serta Jembatan Kapuas 3.

"Proyek jalan lingkar yang akan menghubungkan Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah ini merupakan langkah prioritas dalam menanggulangi kepadatan lalu lintas yang makin meningkat akibat pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas ekonomi," kata Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di Pontianak, Jumat.

Dia mengatakan, jalan lingkar ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan perkotaan, sekaligus mendukung pergerakan logistik antardaerah di Kalimantan Barat.

Mantan Bupati Mempawah dua periode itu menambahkan, Pemprov Kalbar kini sedang mempersiapkan Dana Insentif Daerah (DID) untuk tahap awal, yang akan digunakan dalam proses pembebasan lahan di kawasan strategis seperti Kambungan dan Kubu Raya.

Setelah itu, pemerintah daerah akan mengusulkan proyek ini ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rencana pembangunan tersebut juga mencakup Jembatan Kapuas 3 yang akan menghubungkan Wajok, Kabupaten Mempawah dengan Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya.

Proyek ini dirancang sebagai bagian integral dari sistem outer ring road yang akan memperlancar mobilitas masyarakat tanpa harus melewati pusat Kota Pontianak.

"Jembatan Kapuas 3 dirancang untuk langsung terkoneksi dengan jalur lingkar luar, sehingga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Jembatan Kapuas 1 dan 2 yang kini menjadi titik macet," jelas Norsan.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Pontianak Selatan dan Pontianak Utara sebagai solusi tambahan untuk memperkuat infrastruktur perkotaan.

"Kalau ketiga infrastruktur ini dapat terealisasi, Insya Allah arus lalu lintas di Kota Pontianak akan jauh lebih tertib, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta ekonomi daerah," katanya.

Rencana pembangunan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam forum Musrenbang regional Kalimantan dan pertemuan teknis bersama kementerian terkait.

Gubernur menargetkan pelaksanaan fisik proyek dapat dimulai pada tahun 2026 atau 2027, setelah adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar, Agus Sudarmansyah menilai Jembatan Kapuas 3 sebagai proyek vital yang mendesak untuk segera direalisasikan, mengingat peningkatan signifikan lalu lintas antar-wilayah serta kebutuhan jangka panjang Kalbar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Jembatan Kapuas 3 bukan hanya sekadar solusi jangka pendek untuk mengurai kemacetan di Pontianak. Ia merupakan infrastruktur strategis dalam rangka penguatan konektivitas logistik dari pelabuhan menuju kawasan hinterland, serta sebagai jalur alternatif menuju jalur timur Kalimantan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.