Sektor Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Papua, Produksi Padi Capai 545,96 Ton di Awal 2026.
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 05:20 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan setempat menyebutkan sektor pertanian menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan pertama 2026 di mana produksi padi periode Januari hingga Maret mencapai 545,96 ton.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry di Jayapura, Selasa, mengatakan peningkatan produksi tersebut menunjukkan sektor pertanian Papua mulai bergerak menuju kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
"Pada pertumbuhan ekonomi triwulan pertama di 2026 mengalami tren positif di mana sektor pertanian menjadi salah satu kontributor utama pada pertumbuhan tersebut," katanya.
Menurut Andry, dengan kondisi tersebut berbeda dengan pola pertanian subsisten yang selama ini banyak dijalankan masyarakat.
“Hal ini mengindikasikan bahwa sektor pertanian tidak lagi bersifat subsisten sehingga sudah mulai bertransformasi menjadi sektor produktif untuk menopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan sementara dari sisi pengeluaran, ada konsumsi rumah tangga menjadi faktor dominan yang menopang pergerakan ekonomi daerah.
"Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat juga menjadi penopang penting ekonomi Papua. Kondisi tersebut didukung oleh inflasi yang terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," katanya lagi.
Dia menambahkan di sisi lain, aktivitas perdagangan luar daerah juga menunjukkan perkembangan positif. Nilai ekspor Papua mengalami peningkatan yang disertai surplus neraca perdagangan, mencerminkan semakin aktifnya kegiatan ekonomi dan distribusi barang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk itu kami pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas pertanian, melalui penguatan infrastruktur, pendampingan petani, serta perluasan akses pasar agar kontribusi sektor ini semakin optimal terhadap pertumbuhan ekonomi Papua,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!