Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelatihan Mangrove di Polewali Mandar Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Warga Pesisir.

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 05:00 WIB | Oleh:
Pelatihan Mangrove di Polewali Mandar Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Warga Pesisir. Doc: Antara Foto
Ket. Yusri Mampie Founder Sahabat Penyu saat menyampaikan materi mengenai ekowisata berbasis masyarakat pada pelatihan pemanfaatan mangrove untuk kemandirian ekonomi pesisir di Polewali Mandar, Selasa (2/6).

Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (Kompak) Sahabat Penyu Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat menggelar pelatihan pemanfaatan mangrove untuk kemandirian ekonomi pesisir.

"Pelatihan ini bukan sekadar pemberdayaan ekonomi biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata di tingkat tapak dalam mendukung agenda iklim nasional," kata Ketua Panitia Pelaksana Askar Al Qadri di Polewali Mandar, Selasa.

Kegiatan bertajuk inovasi membangun ekonomi biru yang mengangkat tema "Mangrove Lestari Masyarakat Sejahtera" itu,l digelar di Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi dan pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, di mana kelestarian hutan mangrove memegang peranan krusial dalam menyerap emisi karbon sekaligus menopang kehidupan warga pesisir," ujar Askar.

Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber yang mengupas tuntas pemanfaatan ekonomi biru dari berbagai sudut pandang, yakni Baso Matturungan dari Dinas PMD Kabupaten Polewali Mandar yang membawakan materi tentang potensi desa.

Ia memetakan bagaimana Desa Nepo dapat mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat dengan kebijakan daerah demi kemandirian ekonomi desa.

Kemudian, Putra Ardiansyah Founder Laut Biru mengulas tentang fungsi mangrove dan dampak ekonominya serta Yusri Mampie Founder Sahabat Penyu memaparkan materi mengenai ekowisata berbasis masyarakat.

Yusri menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga lokal dalam mengelola kawasan mangrove menjadi destinasi wisata, sehingga perputaran ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

"Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat Desa Nepo tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam menjaga kelestarian mangrove sekaligus motor penggerak kemandirian ekonomi di wilayah pesisir Polewali Mandar," kata Yusri.

Sementara Kepala Desa Nepo Nurhayati mengapresiasi inisiatif Kompak Sahabat Penyu yang telah memilih Desa Nepo sebagai lokasi pelatihan.

Ia berharap pelatihan ini dapat membuka cakrawala baru bagi warga dalam memanfaatkan potensi lingkungan tanpa merusaknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

42 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Luar Negeri
Uni Eropa Buru-Buru Tambah ...
Olahraga
Drama Real Madrid dan Presi...
Nasional
Awal Musim Hujan Bakal Lebi...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.