Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelambatan Ekspor Tiongkok Beri Sinyal Ekonomi Global Tertekan

📅 Senin, 09 Agu 2021, 00:02 WIB | Oleh:
Pelambatan Ekspor Tiongkok Beri Sinyal Ekonomi Global Tertekan Doc: Sumber: Departemen Perdagangan Tiongkok – Litbang

BEIJING - Data realisasi ekspor-impor Tiongkok pada Juli yang melemah menjadi sinyal ekonomi global kembali tertekan gelombang baru infeksi Covid-19. Pertumbuhan ekspor negara Tirai Bambu itu secara tak terduga melambat, sementara impor kehilangan momentum sebagai pertanda industri melambat pada paruh kedua.

Sebagai negara eksportir terbesar dunia, Tiongkok mengalami pemulihan ekonomi yang mengesankan di tahun ini karena mampu tumbuh lebih cepat dibanding ekonomi maju lainnya, setelah mengatasi pandemi dan menggulirkan program vaksinasi.

Namun demikian, penyebaran varian Delta yang lebih menular, memicu gelombang infeksi baru di puluhan kota di Tiongkok pada bulan Juli lalu. Situasi ini mendorong pemerintah setempat untuk melakukan penguncian di komunitas yang terkena dampak, memerintahkan jutaan orang untuk dites, menangguhkan operasi beberapa bisnis sementara, termasuk pabrik.

Selain itu, banjir musiman dan cuaca buruk bulan lalu juga mempengaruhi produksi industri di beberapa daerah seperti Tiongkok tengah.

Ekspor Tiongkok pada Juli naik 19,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu lebih rendah dibanding kenaikan 32,2 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Juni. Pencapaian tersebut di bawah proyeksi para analis yang diwawancarai Reuters, yaitu 20,8 persen.

"Ekspor Tiongkok tetap kuat pada Juni. Pandemi memburuk di negara-negara berkembang Asia lainnya, yang mungkin menyebabkan relokasi perdagangan ke Tiongkok. Tetapi, indikator utama menunjukkan ekspor mungkin melemah dalam beberapa bulan mendatang," kata Kepala Ekonom di Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang.

Kasus Covid-19 di kawasan timur dan selatan Tiongkok, yang merupakan sentra ekspor utama negara itu, telah mengurangi produksi pabrik.

Selain penyebaran varian Delta, eksportir Tiongkok juga berjuang dengan kekurangan pasokan semikonduktor, kemacetan logistik, serta kenaikan biaya bahan baku dan pengiriman.

"Meskipun pesanan pulih, ketidakpastian di paruh kedua tahun ini terlalu banyak, seperti bagaimana epidemi domestik berkembang dan biaya bahan baku. Pada saat yang sama, kapasitas produksi asing perlahan meningkat," kata Ye, Manajer Penjualan Ekspor di sebuah perusahaan di Suzhou.

Bahan Baku

Impor Tiongkok pada Juli naik 28,1 persen secara yoy, namun angka itu lebih rendah daripada jajak pendapat Reuters, yaitu 33 persen, dan pertumbuhan di bulan sebelumnya yang mencapai 36,7 persen. Permintaan turun dalam beberapa bulan terakhir untuk bijih besi sebagai bahan utama pembuatan baja.

Aktivitas pabrik Tiongkok berkembang pada kecepatan yang lebih lambat pada bulan Juli karena biaya bahan baku yang lebih tinggi, pemeliharaan peralatan, dan cuaca ekstrem.

Pengiriman Tiongkok yang lebih lambat juga mencerminkan moderasi dalam bisnis AS pada bulan Juli di tengah kendala pasokan, menunjukkan pendinginan di ekonomi terbesar dunia setelah apa yang diharapkan menjadi kuartal kedua yang kuat.

Tiongkok mencatat surplus perdagangan sebesar 56,58 miliar dollar AS pada bulan Juli, dibandingkan dengan perkiraan jajak pendapat, yaitu 51,54 miliar dollar AS, sedangkan surplus yang tercatat pada Juni sebesar 51,53 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.