Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakistan Serukan Gencatan Senjata, AS-Iran Diminta Tinggalkan Jalur Militer

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakistan Serukan Gencatan Senjata, AS-Iran Diminta Tinggalkan Jalur Militer Doc: ANTARA/ Anadolupy. (Anadolu)
Ket. Ilustrasi - Selat Hormuz.

ISTANBUL – Seruan Pakistan agar Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan aksi saling serang menunjukkan semakin besarnya dorongan negara-negara kawasan untuk mengedepankan diplomasi dibandingkan eskalasi militer.

Ajakan melanjutkan perundingan tingkat teknis sesuai nota kesepahaman yang disepakati di Islamabad mencerminkan upaya menjaga ruang dialog tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan.

Jika jalur komunikasi dapat dipertahankan, peluang meredakan konflik akan lebih besar sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap stabilitas kawasan, perdagangan internasional, dan pasar energi global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mengatakan konflik yang terus berlangsung selama sepekan terakhir berpotensi semakin mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Seiring berlanjutnya permusuhan selama sepekan terakhir, Pakistan kembali menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri semaksimal mungkin dan tidak melakukan tindakan yang dapat semakin merusak perdamaian dan stabilitas," kata Andrabi kepada wartawan di Islamabad, Kamis (16/7).

Ia menegaskan Pakistan meyakini dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.

"Pada akhirnya, semua konflik dan perselisihan diselesaikan melalui dialog di meja perundingan," ujarnya.

Andrabi mengatakan Pakistan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk membantu meredakan ketegangan.

Pernyataan itu disampaikan ketika Amerika Serikat dan Iran masih saling melancarkan serangan di tengah ketegangan terkait Selat Hormuz.

Bulan lalu, presiden kedua negara menandatangani nota kesepahaman Islamabad yang memberikan waktu 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk merundingkan kesepakatan damai permanen.

Andrabi mengatakan nota kesepahaman tersebut tetap menjadi kerangka penting dalam mendorong perdamaian, saling menghormati, dan kemakmuran bersama.

Meski mengakui pelaksanaannya menghadapi tantangan, ia mengatakan Pakistan akan terus mendorong semua pihak menghentikan kekerasan dan melanjutkan perundingan tingkat teknis sesuai nota kesepahaman serta pernyataan bersama Pakistan-Qatar pada 22 Juni.

Setelah penandatanganan kesepakatan sementara, tim perunding Amerika Serikat dan Iran sempat menggelar pembicaraan di Swiss dengan mediasi Pakistan dan Qatar.

"Kami berharap semua pihak tetap berkomitmen pada jalur dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tersisa," kata Andrabi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.