Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IPA Award 2026, Dorong Inovasi Polimer untuk Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 00:30 WIB | Oleh:
IPA Award 2026, Dorong Inovasi Polimer untuk Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor Doc: Budi
Ket. Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie (dua kanan), Ketua Himpunan Polimer Indonesia Prof  M Chalid (dua kiri) dan Prof Yenni Meiliana (kiri), saat menyampaikan Indonesia Polymer Award 2026 di Jakarta, Rabu (1/7)

JAKARTA- Tekanan terhadap biaya bahan baku dan dinamika rantai pasok global semakin memperkuat kebutuhan industri Indonesia terhadap inovasi material yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Polimer Indonesia (HPI) bersama Pamerindo Indonesia menghadirkan Indonesia Polymer Award (IPA) 2026, sebuah platform apresiasi dan kolaborasi untuk mendorong lahirnya inovasi di bidang polimer yang dapat mendukung transformasi industri nasional.

Sebagai bagian dari rangkaian pameran Plastic Material & Chemical Indonesia dan Plastics & Rubber Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang, IPA 2026 menjadi wadah yang mempertemukan dunia riset, industri, akademisi, startup, serta pemangku kepentingan untuk mempercepat penerapan solusi material yang mendukung efisiensi industri, ekonomi sirkular, dan penguatan ekosistem manufaktur Indonesia.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan, industri polimer memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, elektronik, hingga kemasan. Di tengah tantangan global terkait biaya bahan baku dan keberlanjutan, inovasi material menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia. 

“Melalui Indonesia Polymer Award 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi antara dunia riset dan industri agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri nasional,” kata Meysia. 

Kebutuhan terhadap inovasi polimer semakin relevan seiring meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok bahan baku. Kajian LPEM FEB UI bertajuk “Krisis Plastik Nasional di Tengah Shock Global”, yang dipublikasikan pada April 2026 mencatat sejumlah resin utama mengalami kenaikan harga sepanjang 2026, dengan polypropylene (PP) meningkat 23,8 persen, polyethylene (PE) 16,3 persen, dan polyvinyl chloride (PVC) 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Perubahan tersebut dipengaruhi dinamika pasar energi dan industri petrokimia global yang berdampak terhadap biaya produksi berbagai sektor pengguna material polimer.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan barang dari plastik Indonesia mencapai 1,65 juta ton dengan nilai sekitar 44,11 triliun rupiah pada kuartal I 2026. Kondisi itu menunjukkan pentingnya pengembangan inovasi material lokal, peningkatan kapasitas daur ulang, serta penerapan teknologi polimer yang lebih efisien untuk memperkuat ketahanan rantai pasok industri nasional.

Himpunan Polimer Indonesia (HPI) menilai bahwa inovasi polimer kini telah menjadi kebutuhan strategis industri, bukan hanya agenda penelitian. 

“Indonesia memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia, kapasitas riset, dan pengalaman industri dalam bidang polimer. Tantangan berikutnya adalah mempercepat hilirisasi agar hasil inovasi dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi industri. Kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi, ekonomi sirkular, dan kemandirian industri nasional,” kata Prof M Chalid, Ketua Himpunan Polimer Indonesia.

Selain penghargaan, IPA 2026 juga menghadirkan webinar series dan roadshow offline sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara industri, akademisi, regulator, dan peneliti untuk membahas isu strategis, termasuk pengembangan material berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan transformasi teknologi polimer.

Proses penilaian IPA 2026 dilakukan melalui kurasi panel juri yang terdiri dari pakar polimer, praktisi industri, regulator, dan pakar keberlanjutan dengan mempertimbangkan aspek relevansi teknis, implementasi industri, efisiensi sumber daya, serta kontribusi terhadap keberlanjutan. 

Kembangkan Inovasi

Malam penganugerahan Indonesia Polymer Award 2026 akan berlangsung pada 19 November 2026, bertepatan dengan hari ketiga penyelenggaraan Plastics & Rubber Indonesia 2026.

Indonesia Polymer Award 2026 membuka kesempatan bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi polimer di Indonesia. Lebih dari sekadar ajang penghargaan, IPA 2026 diharapkan menjadi platform kolaboratif yang mempercepat lahirnya solusi material untuk memperkuat daya saing industri nasional dan mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Aksi Lamaran Nekat di Atas ...
Luar Negeri
AS Resmi Tolak Perpanjang U...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.