Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Buka Lapangan Kerja Produktif dan Substitusi Impor

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Buka Lapangan Kerja Produktif dan Substitusi Impor Doc: antara
Ket. Fokus Pembangunan - Dukung Pengusaha Lokal agar Produknya Bersaing dengan Barang Impor

» Hal yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pekerjaan yang produktif dan mampu meningkatkan pendapatan.

JAKARTA - Pelemahan daya beli masyarakat harus dijawab dengan kebijakan yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja produktif dan peningkatan kapasitas produksi nasional. 

Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi, Nazar el Mahfudzi mengatakan Pemerintah perlu menggeser fokus belanja negara dari sekadar mendorong konsumsi menjadi investasi yang menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.

Pemerintah kata Nazar harus lebih banyak membuka lapangan kerja produktif yang mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian. Sebab, setiap rupiah anggaran negara harus menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar, bukan sekedar dihabiskan untuk kegiatan yang tidak produktif.

“Pemerintah harus membuka lapangan kerja yang produktif. Belanja negara harus menghasilkan nilai tambah. Kalau mengeluarkan satu rupiah, idealnya bisa menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Fokus kebijakan harus ke sana,” kata Nazar kepada Koran Jakarta, Rabu (15/7).

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nazar menilai kebijakan tersebut harus didesain sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat, bukan sekadar program konsumsi. Rantai pasok MBG harus memberdayakan pelaku ekonomi lokal sehingga manfaat anggaran negara menyebar hingga ke tingkat desa.

“MBG tidak seharusnya hanya menjadi program konsumsi, tetapi harus menjadi instrumen peningkatan produksi ekonomi rakyat melalui pemberdayaan petani, peternak, nelayan, koperasi, UMKM, dan BUMDes sebagai pemasok utama rantai pangan nasional,” katanya.

Jika modelnya sedemikian rupa, maka akan menciptakan efek berganda karena selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, program juga memperkuat sektor produksi, menciptakan permintaan yang berkelanjutan terhadap produk dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebaliknya, apabila hanya berorientasi pada konsumsi tanpa memperkuat sisi produksi, kebijakan tersebut berpotensi tidak memberikan dampak ekonomi yang optimal.

Lebih lanjut, Nazar mendorong Pemerintah mempercepat kebijakan substitusi impor melalui penguatan industri dalam negeri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan dukungan pembiayaan, pendampingan, dan perlindungan pasar agar pelaku usaha lokal mampu bersaing dengan produk impor sekaligus menghemat devisa negara.

Di sisi lain, Nazar menilai pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan program penciptaan lapangan kerja. Ia menilai pekerjaan yang tidak menghasilkan nilai tambah ekonomi sebaiknya tidak menjadi prioritas karena sebagian dapat digantikan dengan teknologi.

“Hal yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pekerjaan yang produktif dan mampu meningkatkan pendapatan. Di situlah pemerintah harus memfokuskan anggaran agar daya beli masyarakat kembali pulih,” katanya.

Pertumbuhan Berkualitas

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.