Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Hukum Ungkap KUHAP Baru Perkuat Kepastian Hukum Penetapan Tersangka

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 17:58 WIB | Oleh:
Pakar Hukum Ungkap KUHAP Baru Perkuat Kepastian Hukum Penetapan Tersangka Doc: Pexel

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi, mengatakan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru mempertegas penetapan tersangka melalui dua alat bukti. Ketentuan tersebut dinilai memperkuat kepastian hukum bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan kewenangannya.

Menurut dia, KUHAP baru merupakan pembaruan sistem hukum pidana nasional melalui proses harmonisasi berbagai ketentuan. Penyusunannya juga mempertimbangkan perkembangan hukum, termasuk sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Lahirnya KUHAP baru merupakan paradigma pembaruan hukum yang telah melalui proses harmonisasi. Aturan itu juga mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi sebagai bagian perkembangan hukum acara pidana," ujar dia, Selasa (14/7) lalu.

Salah satu putusan yang menjadi perhatian ialah Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014. Putusan tersebut mengatur perlunya pemeriksaan calon tersangka sebelum penetapan tersangka dilakukan.

Akan tetapi, ketentuan itu berlaku pada rezim KUHAP lama. Berlakunya KUHAP baru menghadirkan paradigma sekaligus pengaturan yang berbeda.

"Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 harus dipahami sesuai keberlakuan KUHAP saat itu. KUHAP baru menghadirkan paradigma penetapan tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti," kata dia.

KUHAP baru juga mengatur mekanisme penetapan tersangka secara lebih tegas. Pengaturan tersebut tercantum dalam Pasal 1 angka 31 dan Pasal 90 ayat (1).

Dalam aturan tersebut, penyidik dapat menetapkan tersangka setelah memperoleh sedikitnya dua alat bukti yang sah. Ketentuan itu menjadi dasar utama dalam proses penetapan tersangka.

"KUHAP baru menegaskan penetapan tersangka didasarkan minimal dua alat bukti yang sah. Ketentuan tersebut menjamin kepastian hukum sekaligus memperkuat profesionalitas aparat penegak hukum," ucap dia.

Selain itu, KUHAP baru mengubah praktik yang berkembang berdasarkan Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014. Pemeriksaan calon tersangka sebelum penetapan tidak lagi menjadi syarat mutlak.

Penetapan tersangka dapat dilakukan apabila penyidik memenuhi standar pembuktian sesuai KUHAP baru. Dasarnya ialah terpenuhinya sedikitnya dua alat bukti yang sah.

"Sepanjang penyidik memperoleh minimal dua alat bukti yang sah sesuai KUHAP baru. Penetapan tersangka dapat dilakukan tanpa memeriksa calon tersangka sebagai saksi," kata dia.

Di sisi lain, Rullyandi menilai perubahan KUHAP menjaga keseimbangan perlindungan hak warga negara. Aturan tersebut juga mendukung penegakan hukum yang efektif dan profesional.

"KUHAP baru tetap menjunjung tinggi due process of law. Aturan itu memberi ruang bagi aparat bertindak profesional berdasarkan alat bukti yang sah," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.