Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Jadi Kunci Pelayanan kepada Masyarakat

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 17:47 WIB | Oleh:
Komut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Jadi Kunci Pelayanan kepada Masyarakat Doc: istimewa
Ket. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan (kanan) dalam rangkaian program Management Walkthrough (MWT) pada Rabu-Kamis (1-2/7) di Jember Jawa Timur. MWT merupakan upaya Pertamina memastikan seluruh unit bisnis, layanan publik, dan program pemberdayaan masyarakat berjalan optimal, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

JEMBER- Inovasi, profesionalisme, dan empati harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat, baik di sektor kesehatan maupun program pemberdayaan sosial. Pesan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan tersebut menjadi benang merah rangkaian Management Walkthrough (MWT), peninjauan langsung manajemen ke lapangan yang dilakukan di sejumlah wilayah operasional Pertamina di Jawa Timur.

Dalam kunjungan ke RS IHC Perkebunan Jember Klinik di Jember, Kamis (2/7), Iriawan menekankan, kualitas pelayanan kesehatan tidak semata ditentukan oleh kelengkapan sarana dan teknologi, melainkan juga oleh ketulusan, keramahan, dan empati para tenaga kesehatan dalam melayani pasien.

Di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Bedadung, Kaliwates, tersebut, Iriawan meninjau berbagai fasilitas utama. Mulai dari layanan Medical Check Up (MCU), Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, ruang rawat inap, poliklinik spesialis, laboratorium, hingga instalasi farmasi.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengapresiasi kinerja seluruh jajaran RS IHC Perkebunan Jember Klinik yang dinilainya berhasil menghadirkan layanan kesehatan profesional sekaligus humanis.

”RS IHC Perkebunan Jember Klinik telah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas lahir dari profesionalisme, dedikasi, dan ketulusan seluruh insan rumah sakit. Pertahankan kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dengan kerja keras selama ini,” kata Iriawan.

Menurut dia, tantangan sektor kesehatan akan semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, pengembangan fasilitas dan pemanfaatan teknologi medis mutakhir harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

”Teruslah berinovasi, tingkatkan kompetensi, serta jaga keramahan dan empati kepada setiap pasien. Keramahan adalah jiwa pelayanan kesehatan, sedangkan profesionalisme menjadi fondasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat itu menambahkan, budaya kerja yang menjunjung ketulusan, inklusivitas, kesiapsiagaan, dedikasi, dan profesionalisme harus terus dipertahankan agar kepercayaan publik tetap terjaga. 

”Nilai-nilai inilah yang menjadikan rumah sakit tidak hanya unggul dari sisi fasilitas, tetapi juga dipercaya masyarakat,” katanya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Iriawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan. “Terima kasih kepada seluruh pejuang kesehatan di RS IHC Perkebunan Jember Klinik. Tetaplah semangat dalam mengabdi karena saudara-saudara adalah pahlawan nyata yang menjaga kesehatan masyarakat Jember dan Indonesia,” terang Iriawan.

Ekosistem KANG ILING

Sehari sebelumnya, pada Rabu (1/7), Iriawan juga meninjau implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kunjungan tersebut, Iriawan melihat langsung pelaksanaan program Kalanganyar Circular Living Initiative (KANG ILING) yang dikembangkan Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda.

Program berbasis ekonomi sirkular itu mengintegrasikan pengelolaan limbah cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Lewat program itu, Pertamina bersama masyarakat berhasil membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi perempuan mantan buruh tambak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok masyarakat lainnya.

Hingga kini, sebanyak 550 kepala keluarga telah terintegrasi dalam sistem pemberdayaan tersebut dengan melibatkan 79 anggota aktif, termasuk 42 perempuan mantan buruh tambak. Program itu juga mencatat omzet mencapai 788,4 juta rupiah dalam setahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

BNN Gerebek 3,37 Ton Narkoba di Gresik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BNN Gerebek 3,37 Ton Narkob...
Daerah
KPK Sita Uang Ratusan Juta ...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.