Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Ekonomi Eropa! Gelombang PHK Terjang Jerman, Sektor Manufaktur Kehilangan 177.000 Pekerja

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Ekonomi Eropa! Gelombang PHK Terjang Jerman, Sektor Manufaktur Kehilangan 177.000 Pekerja Doc: ANTARA/Swen Pfoertner/Pool via REUTERS
Ket. Ilustrasi - Staf memakai masker pelindung di jalur perakitan Volkswagen di Wolfsburg, Jerman.

MOSKOW – Hilangnya 177.000 lapangan kerja di sektor manufaktur Jerman sepanjang 2025 mencerminkan tekanan struktural yang masih membayangi industri terbesar di Eropa tersebut.

Pelemahan permintaan global, tingginya biaya energi, serta percepatan transformasi menuju industri berbasis digital dan ramah lingkungan mendorong perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Kondisi ini tidak hanya berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi Jerman, tetapi juga dapat memengaruhi rantai pasok global dan permintaan terhadap produk ekspor dari negara-negara mitra, termasuk Indonesia, mengingat posisi Jerman sebagai salah satu pusat manufaktur dunia.

"Pada 2025, jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur Jerman berkurang sebanyak 177.000 orang," demikian pernyataan badan tersebut pada Rabu (15/7).

Badan itu menyebutkan, hingga Desember 2025 terdapat sekitar 6,5 juta orang yang bekerja di sektor manufaktur, atau hampir seperlima dari seluruh tenaga kerja yang tercatat secara resmi bekerja di Jerman.

Pertumbuhan lapangan kerja di sektor lain tidak mampu menutupi penurunan tersebut. Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja di seluruh sektor ekonomi Jerman menyusut 108.000 orang sepanjang 2025.

Penurunan terbesar terjadi pada industri otomotif dan komponen kendaraan yang kehilangan 52.000 pekerjaan. Sektor rekayasa mesin kehilangan 28.000 pekerjaan, sedangkan industri manufaktur produk logam kehilangan 24.000 pekerjaan.

Sementara itu, perusahaan konsultan EY melaporkan, hingga akhir kuartal pertama 2026, jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur telah turun sebanyak 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejak 2019, sebanyak 341.500 lapangan kerja telah hilang dari sektor industri Jerman. Menurut EY, tren penurunan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut dan bahkan semakin meningkat dalam waktu dekat.

Proyeksi berlanjutnya penurunan lapangan kerja di sektor industri Jerman menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak lagi bersifat siklus, melainkan mengarah pada perubahan struktural.

Tekanan akibat lemahnya permintaan global, biaya produksi yang masih tinggi, serta percepatan otomatisasi dan transformasi menuju industri rendah emisi mendorong perusahaan untuk terus melakukan restrukturisasi.

Kondisi ini berpotensi mengurangi daya saing sejumlah subsektor manufaktur sekaligus memengaruhi dinamika perdagangan dan investasi di kawasan Eropa.

Ke depan, keberhasilan Jerman menahan laju penyusutan lapangan kerja akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan industri, peningkatan produktivitas, serta kemampuan menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi baru.

Bagi negara-negara mitra dagang, perkembangan ini juga perlu dicermati karena perubahan kinerja industri Jerman dapat memengaruhi arus perdagangan global, rantai pasok internasional, dan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Pengaturan pembelian BBM di Bali

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pengaturan pembelian BBM di...

Ritual Munara Fan Nanggi di Biak

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Ritual Munara Fan Nanggi di...

Hiu paus terdampar di Bantul

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Megapolitan
Semarak Hari Kebudayaan Nas...

Edukasi bantuan hidup dasar di Palu

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.