Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Soroti Kinerja Militer AS: Operasi Epic Fury Dinilai Tak Memuaskan, Sinyal Perubahan Strategi Washington?

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Soroti Kinerja Militer AS: Operasi Epic Fury Dinilai Tak Memuaskan, Sinyal Perubahan Strategi Washington? Doc: ANTARA/ Dilara İrem Sancar - Ana
Ket. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026.

MOSKOW – Ketidakpuasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap jalannya Operasi Epic Fury terhadap Iran mengindikasikan bahwa keberhasilan operasi militer tidak hanya diukur dari aspek taktis, tetapi juga dari pencapaian tujuan strategis dan politik.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan Washington di Timur Tengah, termasuk kemungkinan evaluasi strategi militer maupun peningkatan tekanan diplomatik terhadap Teheran.

Bagi pasar global, setiap perubahan pendekatan AS terhadap Iran menjadi faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi stabilitas kawasan, keamanan jalur perdagangan energi, serta meningkatkan volatilitas harga minyak dan sentimen investor dunia.

Menurut laporan CBS pada Rabu (15/7) yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, Trump menilai Washington telah melewatkan peluang untuk menghindari konflik berkepanjangan setelah menolak proposal Teheran terkait program nuklirnya.

Dilaporkan pula bahwa konflik dengan Iran juga mengungkap adanya perbedaan pandangan antara Trump dan Menteri Perang AS Pete Hegseth.

Hegseth, meski ada kekhawatiran dari Jenderal Dan Caine, dilaporkan mendorong pendekatan yang lebih agresif terhadap Iran. Sementara itu, Trump dikabarkan semakin frustrasi karena operasi militer berlangsung lebih lama dan menjadi lebih rumit dibandingkan yang semula diperkirakan.

Laporan tersebut juga menyebut Trump merasa kesal ketika Hegseth dan Caine menyampaikan kekhawatiran mengenai keterbatasan operasional.

Selain itu, sejumlah pejabat Pentagon dan lembaga pemerintah lainnya dilaporkan tidak puas dengan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Mereka menilai Cooper pada awalnya terlalu melebih-lebihkan kemampuan Pentagon dalam menghadapi Iran.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa Trump “sangat bangga” atas kepemimpinan Hegseth dan Cooper selama pelaksanaan Operasi Epic Fury.

Terlepas dari dinamika politik di Washington, perkembangan tersebut menegaskan bahwa setiap perubahan strategi Amerika Serikat terhadap Iran akan terus menjadi perhatian dunia.

Stabilitas kawasan Timur Tengah tidak hanya menentukan arah hubungan geopolitik global, tetapi juga memengaruhi pasar energi, rantai pasok internasional, dan sentimen ekonomi dunia.

Oleh karena itu, keberhasilan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi tetap menjadi pilihan yang paling krusial untuk mencegah eskalasi yang dapat menimbulkan dampak lebih luas bagi stabilitas global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Menko Pangan Sebut Koperasi...
Peneliti IPB Gabungkan Varietas Cabai Habanero Lokal hingga Tingkat Kepedasan Ekstrem

Peneliti IPB Gabungkan Varietas Cabai Habanero Lokal hingga Tingkat Kepedasan Ekstrem

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.