Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia dan AS Bahas Kerja Sama Bioteknologi Pertanian

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Indonesia dan AS Bahas Kerja Sama Bioteknologi Pertanian Doc: ANTARA/HO-KEMENKO PEREKONOMIAN
Ket. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Under Secretary for Economic Growth US Department of States, Jose Fernandez bertemu di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (15/7).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membuka peluang baru untuk kerja sama di bidang bioteknologi pertanian, seperti pada komoditas padi dan jagung. Kerja sama tersebut salah satunya telah dilakukan melalui riset pada bidang bioteknologi antara universitas di Indonesia seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan universitas di AS.

Hal itu menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan Under Secretary for Economic Growth US Department of States, Jose Fernandez, pada hari Senin (15/7) di Kantor Kemenko Perekonomian.

"Dalam kesempatan tersebut, Under Secretary Fernandez menyampaikan keinginan untuk kerja sama dalam bidang bioteknologi pertanian," kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (16/7).

Seperti dikutip dari Antara, Airlangga mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk mengembangkan laboratorium pada beberapa komoditas, seperti beras, jagung, serta penggunaan bio-etanol untuk bahan bakar ramah lingkungan.

Selain itu, tambah Airlangga, pertemuan dua perwakilan tersebut juga membahas terkait optimalisasi pemanfaatan energi nonfosil sebagai pembangkit listrik.

Sesuai Negara Kepulauan

Menurutnya, mempertimbangkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar maka diperlukan kapasitas energi listrik yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2024 tentang Tim Nasional Persiapan dan Percepatan Keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) atau Tim Nasional OECD.

"Proses aksesi Indonesia diharapkan mampu mendukung reformasi struktural yang berkelanjutan di Indonesia, serta mendukung penyempurnaan kebijakan dan regulasi sesuai referensi yang unggul," tutur Airlangga.

Proses akses ini mendapatkan dukungan penuh dari Under Secretary Fernandez. Lebih lanjut, terkait pengembangan semikonduktor, pemerintah Indonesia membentuk Satuan Tugas Pengembangan Ekosistem Semikonduktor melalui Keputusan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2024.

Satuan tugas itu bekerja sama dengan OECD dan Departemen Luar Negeri AS untuk melakukan kajian atas ekosistem semikonduktor Indonesia. Dengan bergabungnya Indonesia dengan OECD, diharapkan juga akan membantu terkait pengembangan ekosistem semikonduktor itu.

"Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat rantai pasokan global semikonduktor melalui mekanisme International Technology Security and Innovation (ITSI) Fund. Pemerintah juga menjalin kerja sama pengembangan SDM semikonduktor dengan Universitas Arizona," jelasnya.

Jelang akhir pertemuan, Indonesia mengapresiasi kepemimpinan AS dalam kerja sama Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF).

Sebagaimana diketahui, Indonesia berkomitmen untuk negosiasi seluruh pilar dalam IPEF, mendorong fleksibilitas dalam penyelesaian kesepakatan, serta menandatangani kesepakatan Pilar II, III, IV, dan Overarching Agreement.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.