Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen Doc: Antara
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan Kim Sungwhan menyepakati kerja sama energi bersih dalam bentuk memorandum saling pengertian (MSP) atau memorandum of understanding (MoU).

"MSP ini penting sebagai fondasi bagi kedua belah pihak dalam mendorong transisi energi, khususnya energi bersih sesuai kemampuan negara masing-masing. (Energi terbarukan) ini bagus buat kita ke depan. Jangan sampai ditunda lagi pemanfaatannya," ujar Menteri Bahlil sesaat setelah pengumuman MSP, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Jakarta, Rabu (1/4).

Pengumuman kesepakatan ini berlangsung saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Blue House, Seoul, Korea Selatan, Rabu pagi waktu setempat.

Di tengah meningkatnya gejolak geopolitik dan ancaman krisis global, Indonesia terus mempererat mitra strategis dengan negara kawasan Asia Timur, termasuk Korea Selatan.

Menurut Bahlil, penguatan mitra kerja ini diarahkan untuk memperkuat fondasi kedaulatan serta kemandirian energi nasional.

Apalagi fluktuasi harga energi fosil akibat konflik di Timur Tengah turut mendorong Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan untuk tetap berkomitmen menjaga stabilitas pasokan energi di masing-masing negara.

Kondisi ini melahirkan kesepakatan antara kedua negara untuk menjalin bisnis energi bersih.

Bahlil menjelaskan, hubungan panjang Indonesia dan Korea Selatan menjadi modal kuat dalam membangun kolaborasi dalam melihat peluang potensi kedua belah pihak.

"Korea ini kan sahabat lama Indonesia. Jadi, kita sama-sama tahu kelebihan dan potensi energi masing-masing. Kalau saling melengkapi bisa memperkuat kemandirian energi sesuai arahan Bapak Presiden," jelasnya.

Dalam kerangka MSP, kerja sama kedua negara diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari pengembangan energi terbarukan seperti surya, angin, dan panas bumi, hingga pemanfaatan energi masa depan seperti nuklir dan hidrogen.

Kolaborasi ini juga mencakup penguatan sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS), efisiensi energi, bioenergi, serta pengolahan limbah menjadi energi.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung turut didorong, termasuk jaringan listrik pintar, stasiun pengisian kendaraan listrik, dan industri baterai dari hulu hingga daur ulang.

"Termasuk, juga dukungan bagi sistem energi terpadu di pulau-pulau mandiri energi supaya manfaat energi bersih bisa dirasakan lebih luas, termasuk di wilayah terpencil," tambahnya.

Bahlil berharap melalui adanya kerja sama ini dapat memfasilitasi alih teknologi, meningkatkan nilai investasi, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.