Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Emisi, Hashim Dorong Penggunaan Teknologi Penangkap Karbon di Pabrik

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Dekarbonisasi industri bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang bagi Indonesia menjadi pemimpin regional industri rendah karbon," ujar Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa.

Industri hijau sebagai bagian dari ekonomi sirkular diproyeksikan menciptakan nilai tambah ekonomi Rp700 triliun hingga Rp1 kuadriliun pada 2030, menambah 0,4 sampai 0,7 poin persentase pertumbuhan ekonomi per tahun, dan membuka 3,5 juta hingga 5 juta lapangan kerja.

Target NZE 2050 dijabarkan dalam peta jalan dekarbonisasi sembilan subsektor penyumbang emisi terbesar: semen, pupuk amonia, logam, pulp dan kertas, kimia, tekstil, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta otomotif. Peta jalan tersebut memuat enam pilar, mulai dari efisiensi energi dan material, substitusi bahan bakar, elektrifikasi dan energi terbarukan, hingga penangkapan karbon. Perusahaan di sembilan subsektor wajib melaporkan emisi gas rumah kaca secara berkala melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Target NZE 2050, peta jalan sembilan subsektor, dan kewajiban pelaporan emisi adalah kerangka yang jarang dimiliki negara berkembang. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar kerangka itu tidak berhenti di atas kertas.

Di sisi regulasi, sejak 2020 hingga sekarang, Kemenperin telah menerbitkan 35 peraturan menteri terkait industri hijau dan 62 Standar Industri Hijau, 50 di antaranya terbit pada masa Agus Gumiwang. Standar kawasan industri hijau diatur melalui Permenperin Nomor 26 Tahun 2025. Pada Juni 2026, lembaga validasi dan verifikasi emisi milik Kemenperin, BBSPJIA, memperoleh akreditasi Komite Akreditasi Nasional dan menerbitkan pernyataan verifikasi emisi pertamanya.

Bukti Nyata di Petrokimia Gresik

Teknologi penangkap karbon yang kini dipromosikan Hashim berawal dari proyek percontohan pada masa Agus Gumiwang. Agus menjabarkan visi pengurangan emisi dan peta jalan dekarbonisasi melalui pilot project Carbon Capture and Utilization (CCU) bekerja sama dengan penyedia teknologi CCU dari UWIN Jepang dan Taiwan. Pilot project dilaksanakan di PT Petrokimia Gresik (PKG), yang sektornya dikenal memberikan kontribusi emisi karbon dioksida tinggi.

Pada November 2025, Kemenperin melaporkan hasil uji coba enam bulan di Petrokimia Gresik yang dapat menurunkan emisi karbon dioksida hingga lebih dari 95 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil uji coba yang diverifikasi Sucofindo sebagai surveyor independen.

Dengan teknologi ini, Petrokimia Gresik akan mampu menghasilkan produk samping berupa soda abu (soda ash) sebesar satu juta ton per tahun untuk mensubstitusi seluruh impor soda ash setiap tahun. Ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan sekitar USD 200 juta atau Rp3,6 triliun per tahun. Teknologi ini juga dapat menghasilkan produk samping berupa soda kue (baking soda) yang selama ini masih diimpor.

Solusi teknologi ini dapat diterapkan di industri-industri penghasil emisi karbon dioksida seperti industri semen, kimia, baja, keramik, dan lain-lain.

Teknologi ini juga dapat diterapkan untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan hasil pembakaran batu bara, terutama di PLTU dan industri yang menggunakan boiler. Dengan demikian, persoalan polusi udara, emisi Particle Matters PM 2.5, yang berasal dari PLTU, pabrik semen, dan pabrik baja dapat diatasi tanpa perlu menghentikan operasinya.

Penerapan CCU di Indonesia selain dapat menurunkan emisi karbon dioksida dan polusi udara serta menghasilkan produk samping berupa soda abu dan soda kue, juga membuka potensi pendapatan melalui mekanisme perdagangan karbon (carbon trading), baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, penerapan CCU akan menggerakkan perdagangan karbon di Indonesia dan sekaligus menguntungkan industri karena produknya akan menjadi produk hijau yang meningkatkan daya saing ekspor.

GISCO dan Pembiayaan Transisi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.