Tekan Emisi, Hashim Dorong Penggunaan Teknologi Penangkap Karbon di Pabrik
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiInisiasi lain yang telah direalisasikan Agus Gumiwang adalah Green Industry Service Company (GISCO), ekosistem pembiayaan yang menghubungkan industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan. Bank Dunia menyatakan dukungan berupa pendampingan, komitmen pinjaman lunak, dan hibah. Inisiatif ini telah masuk Blue Book Bappenas dan ditargetkan meluncur pada semester II-2026.
"GISCO ini adalah jembatan antara lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, dan pelaku industri sebagai upaya transformasi industri hijau dengan pembiayaan murah," jelas Agus. Hal ini akan mampu menghilangkan keengganan pelaku industri untuk berinvestasi dalam transformasi hijau dengan alasan biaya tinggi.
Tekanan dari luar membuat peta jalan industri hijau tersebut mendesak dijalankan. Hal ini akan meningkatkan daya saing industri nasional dalam rangka mengantisipasi berlakunya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa tahun 2026 yang mensyaratkan seluruh produk yang masuk ke Eropa harus memenuhi aspek lingkungan tertentu, khususnya terkait jejak karbon.
"Potensi kewajiban karbon terhadap produk Indonesia diperkirakan mencapai USD 208,1 juta dan dapat meningkat menjadi USD 288,4 juta apabila cakupannya diperluas," ujar Fabby. Ia menjelaskan, emisi sektor industri mencapai sekitar 382 juta ton CO2 pada 2023, atau 32,9 persen emisi nasional, sehingga dekarbonisasi industri juga semakin menentukan daya saing perdagangan.
Atas upaya dan prakarsa transformasi hijau hingga 2025, lebih dari 1.100 perusahaan manufaktur telah menerima Penghargaan Industri Hijau, dan Agus Gumiwang menerima penghargaan sebagai Tokoh Akselerator Transformasi Industri Hijau dalam Detikcom Awards 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!