Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Rp20 Triliun, Danantara Groundbreaking Peternakan Ayam Pekan ini

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investasi Rp20 Triliun, Danantara Groundbreaking Peternakan Ayam Pekan ini Doc: Antara
Ket. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menanggapi pertanyaan awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).

Jakarta - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan, pembangunan awal (groundbreaking) peternakan ayam pedaging dan petelur akan dilakukan pada Jumat (6/2) pekan ini.

“Enam (proyek) hilirisasi akan melakukan groundbreaking pada tanggal 6 Februari. Iya (termasuk proyek peternakan ayam),” kata Rosan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).

Adapun sebelumnya, pemerintah melalui Danantara menyampaikan rencana investasi Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi.

Mulanya, seremoni groundbreaking dijadwalkan pada 28 Januari 2026, tapi pada akhirnya diundur.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman pada Kamis (22/1) mengatakan, pembangunan pabrik peternakan ayam pedaging dan ayam petelur ini ditujukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

Ia menambahkan, pembangunan pabrik pakan dan produksi anak ayam umur sehari (day old chick/DOC) juga ditujukan sebagai solusi permanen untuk mengatasi fluktuasi harga telur ayam dan DOC di pasar.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan, langkah ini sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Pendanaan oleh Danantara sendiri merupakan bagian dari rencana hilirisasi pangan yang lebih besar dan akan melibatkan sejumlah BUMN sektor pangan yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Berdikari.

Melalui keterlibatan BUMN, negara hadir memberikan kepastian bagi peternak, dari bibit, rantai pasok hingga pemasaran hasil usaha, sehingga harga tidak lagi dikendalikan sepenuhnya oleh pasar bebas yang sering merugikan peternak/produsen kecil.

Hilirisasi ayam terintegrasi pun diharapkan dapat menjadi model produksi modern di mana proses pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan dan distribusi berjalan dalam satu sistem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.