Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
📅 Selasa, 25 Jun 2024, 15:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: umm.ac.id
Rahmat Fadhli, The University of Melbourne
Internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia tergolong kurang maksimal meski upaya ini penting untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan lulusan yang dibutuhkan dunia global.
Jumlah mahasiswa asing di Indonesia, yang menjadi salah satu indikator dari internasionalisasi pendidikan tinggi, masih sedikit. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terbatasnya informasi, minimnya ketersediaan beasiswa, rendahnya reputasi kampus, serta kendala bahasa, yang dihadapi oleh calon mahasiswa asing.
Potret mahasiswa asing di Indonesia dan Asia Tenggara
Meski belum ada data resmi dari pihak terkait seperti Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Imigrasi maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi tentang jumlah pasti mahasiswa asing di Indonesia, data sekunder pada tahun 2021, menunjukkan bahwa terdapat 3.896 mahasiswa asing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka tersebut tidak mencapai 1% dari seluruh mahasiswa aktif di Indonesia yang jumlahnya mencapai 9,3 juta pada 2022. Padahal, usaha pemerintah dalam menarik mahasiswa asing sudah dilakukan sejak tahun 1970-an.
Sementara itu, jumlah mahasiswa asing di Malaysia pada tahun 2022 diperkirakan mencapai 130-170 ribu orang. Di sisi lain, Singapura memiliki lebih dari 50 ribu mahasiswa asing pada tahun 2020, sedangkan Thailand mencatat jumlah sekitar 34.202 mahasiswa asing pada tahun 2022.
Dari segi rasio mahasiswa asing, data dari Quacquarelli Symonds (QS) menunjukkan bahwa rasio tertinggi di Indonesia dimiliki oleh Universitas Udayana, Bali, dengan skor 9.6 dari maksimal 100. Rasio ini masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan universitas di Asia Tenggara lainnya, seperti National University of Singapore dengan skor 81.9 dari 100 atau Universiti Malaya, Malaysia yang memiliki skor 58.9 dari 100.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengapa sedikit?
Terdapat beberapa faktor mengapa mahasiswa asing masih enggan memilih Indonesia sebagai salah satu destinasi studi.
1. Minim informasi
Terbatasnya informasi yang tersedia dari perguruan tinggi membuat calon mahasiswa asing kesulitan mendapatkan informasi terkait perguruan tinggi di Indonesia. Belum siapnya infrastruktur perguruan tinggi dalam menyediakan situs web bilingual, misalnya, mengakibatkan kurangnya informasi bagi calon mahasiswa asing.
Berbeda dengan kampus di Indonesia, ketersediaan web bilingual di universitas-universitas di Thailand sudah lebih jamak ditemui. Website Chulalongkron University, misalnya, menyediakan informasi bagi calon mahasiswa asing yang lengkap dan diperbarui secara berkala dalam bahasa Inggris.
Selain itu, promosi kampus tampaknya masih kurang efektif. Buktinya, jumlah mahasiswa asing yang terdaftar setiap tahunnya masih rendah. Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, melaporkan pada September 2023 bahwa kampus telah menerima 42 mahasiswa asing. Sementara itu, Universitas Lampung hanya menerima sebanyak 13 mahasiswa asing baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!