Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'In This Economy' Disuarakan Gen Z dan Milenial, Ternyata Ini Maksudnya!

5 Kamis, 15 Okt 2026, 06:09 WIB | Oleh:
'In This Economy' Disuarakan Gen Z dan Milenial, Ternyata Ini Maksudnya! 'In This Economy' Disuarakan Gen Z dan Milenial, Ternyata Ini Maksudnya! Doc: ANTARA/Maulana Surya
Ket. Sejumlah generasi muda mencari informasi lowongan pekerjaan saat Pameran Bursa Kerja.

JAKARTA - Istilah in this economy atau yang secara harfiah berarti “dalam kondisi perekonomian saat ini”, setahun belakangan sering diucapkan oleh generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, baik di dunia nyata maupun maya.

Istilah ini mengacu pada iklim perekonomian makro, produksi, dan konsumsi saat ini yang mempengaruhi keputusan keuangan sehari-hari.

Bagi kebanyakan Gen Z, perekonomian mereka belakangan tidak terlalu stabil, menyusul inflasi, tingginya angka pengangguran muda, hingga peralihan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tiada henti menghiasi pemberitaan dan diskusi di internet.

Peluang kerja bagi generasi muda menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan oleh pemangku kepentingan saat ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 sebanyak 284,4 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk diperkirakan sekira 1,11 persen per tahun.

Angka yang begitu besar ini pun turut dibarengi dengan puncak bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada periode 2020-2030, di mana Gen Z atau mereka yang lahir pada rentang tahun 1997-2012, merupakan kelompok demografis terbesar di Tanah Air.

Menurut BPS, jumlah mereka mencapai sekitar 27,94 persen dari populasi, atau sekitar 74,93 juta jiwa pada tahun 2025.

Namun, bonus demografi tak hanya membuka peluang, melainkan juga bumerang jika tidak bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan dalam negeri.

Data BPS juga menunjukkan sejumlah tantangan signifikan, dengan hampir 10 juta Gen Z (usia 15-24 tahun) masuk ke dalam kategori NEET (Tidak Bekerja, Tidak Sekolah, Tidak Pelatihan) pada 2023. Angka ini didominasi perempuan dan menunjukkan bahwa masih ada isu pengangguran muda dan kesenjangan keterampilan.

#KaburAjaDulu hingga transisi AI

Penggunaan teknologi digital khususnya media sosial merupakan hal yang tidak bisa lepas dari Gen Z. Awal tahun 2025 ini, tagar “Kabur Aja Dulu” sempat ramai disuarakan oleh anak-anak muda Indonesia di platform Twitter/X.

Banyak dari mereka menyoroti sulitnya mendapatkan pekerjaan yang laik, gaji dan apresiasi yang sepadan, persyaratan rekrutmen kerja yang lebih inklusif, hingga kepastian untuk bisa hidup dengan lebih stabil di masa mendatang.

Tagar ini pun seharusnya menjadi refleksi tersendiri bagi pemerintah agar dapat menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat muda.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai #KaburAjaDulu bukan berarti ajakan untuk kabur, melainkan keinginan untuk meningkatkan kompetensi (skill) dan mendapatkan peluang bekerja yang lebih baik di luar negeri, dan bisa kembali untuk membangun Ibu Pertiwi.

Sementara itu, rintangan generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan laik tak berhenti sampai di banyaknya jumlah mereka di Indonesia. Tak hanya membuat persaingan di bursa kerja menjadi lebih berat, mereka juga harus “bersaing” dengan kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF), sekitar 23 persen dari semua pekerjaan akan berubah dalam lima tahun mendatang imbas dari implementasi AI yang lebih luas dalam dunia kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diperkirakan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.