Tekan Emisi, Hashim Dorong Penggunaan Teknologi Penangkap Karbon di Pabrik
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA— Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mendorong penggunaan teknologi penangkap karbon di pabrik dan pembangkit listrik. Teknologi ini diklaim mampu memangkas emisi hingga 95 persen, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.
"Ternyata ada teknologi dari Jepang, juga dari Taiwan dan sebagainya, yang dipakai di Petrokimia Gresik," kata Hashim dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Selain menekan emisi, teknologi tersebut menghasilkan produk sampingan berupa soda abu, bahan yang selama ini banyak diimpor Indonesia.
Menurut Hashim, pemerintah tengah menyusun skema insentif bagi perusahaan yang memasang alat penangkap karbon. Teknologi yang sama dinilai bisa dipakai di PLTU batu bara.
"Semua stasiun listrik, pembangkit listrik yang memakai batu bara bisa hidup terus-menerus," ujarnya.
Tumbuh Tanpa Tambah Emisi
Dorongan Hashim berdiri di atas fondasi kebijakan industri hijau yang telah disiapkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Sikap Hashim terhadap industri hijau pernah disampaikan pada Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025, forum tahunan Kemenperin yang diprakarsai Agus Gumiwang saat menjabat Menteri Perindustrian. Forum ini bertujuan mempercepat transformasi industri nasional menuju praktik rendah karbon, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membangun ekosistem industri hijau yang tangguh dan berdaya saing.
Hashim menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 tidak boleh dibayar dengan kenaikan emisi.
"Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan komitmen penurunan emisi karbon, bukan sebaliknya," kata Hashim saat itu.
Ia juga mendorong pemakaian teknologi tepat guna, teknologi baru, dan teknologi yang relatif murah agar transisi tidak membebani pelaku industri yang disebutnya sebagai pemberi kerja bagi banyak rakyat Indonesia.
Di sisi pasokan energi, Hashim memaparkan target 100 gigawatt pembangkit tenaga surya dan 7 gigawatt pembangkit listrik tenaga nuklir dalam International Indonesia Sustainability Forum, Selasa (6/10/2026). Ia juga mendorong biofuel sebagai diversifikasi, tanpa harus menghentikan PLTU batu bara secara mendadak. Pasokan listrik bersih ini menjadi prasyarat dekarbonisasi pabrik.
Peta Jalan Dekarbonisasi
Program yang kini didorong Hashim bertumpu pada kerangka yang dibangun Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir. Agus Gumiwang telah memutuskan mempercepat pencapaian target net zero emission (NZE) sektor manufaktur pada 2050, satu dekade lebih cepat dari target nasional 2060.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!