Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemulihan Gambut Butuh Dana Besar, Wamenko Pangan Bongkar Skema Pembiayaan

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemulihan Gambut Butuh Dana Besar, Wamenko Pangan Bongkar Skema Pembiayaan Doc: ANTARA/ Tumpal Andani Aritonang
Ket. Ilustrasi-Satgas darat berupaya memadamkan api di lahan gambut yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, Kalsel.

JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq memaparkan sejumlah pendekatan pembiayaan pemulihan lahan gambut, meliputi kewajiban pemegang konsesi, dukungan pemerintah, serta peluang pendanaan internasional dan instrumen nilai ekonomi karbon.

Hanif Faisol mengatakan pembiayaan dari berbagai sumber diperlukan untuk memperbaiki kondisi gambut yang terdegradasi, sekaligus memperkuat pencegahan kebakaran berulang.

"Sebenarnya sektor pembiayaan ada beberapa pendekatan," kata Hanif seusai rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Jakarta, Kamis (15/10).

Ia menjelaskan pendekatan pertama berasal dari kewajiban pemegang konsesi yang berada di kawasan gambut maupun sekitarnya, untuk melakukan pengelolaan tata air dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Pendekatan pertama mandatori. Mandatori itu diwajibkan kepada seluruh pemegang unit konsesi yang berada di areal gambut dan sekitar gambut untuk kemudian melakukan manajemen air, kemudian membangun revitalisasi masyarakat," ujarnya.

Menurut Hanif, kontribusi pemegang konsesi menjadi salah satu sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kondisi ekosistem gambut dan memperkuat ketahanan kawasan terhadap kebakaran.

Pendekatan kedua, kata dia lagi, berasal dari pemerintah melalui dukungan pembiayaan dan kelembagaan yang memiliki tugas berkaitan dengan pengelolaan serta pemulihan ekosistem gambut.

Sementara itu, peluang pembiayaan lainnya berasal dari dukungan internasional dan pengembangan instrumen ekonomi hijau, mengingat pemulihan gambut berkaitan dengan upaya pengendalian emisi gas rumah kaca.

"Kemudian dari sisi ekonomi hijau, kontribusi internasional cukup besar. Perhatian gambut internasional cukup sangat besar," katanya pula.

Hanif menekankan pentingnya menjaga tata kelola pembiayaan, termasuk memastikan penggunaan dana internasional dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi pemulihan lingkungan.

"Tinggal bagaimana kita menjaga integritas dari dana-dana yang masuk dan telah masuk ke kita," ujar dia lagi.

Wamenko Pangan juga menyoroti peluang pemanfaatan instrumen nilai ekonomi karbon berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.

Dalam konteks tersebut, Hanif Faisol menyatakan terbuka terhadap kemungkinan kerja sama. Ia memberikan contoh kerja sama dengan PT PLN (Persero), agar kebutuhan investasi terkait pengurangan emisi dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan di dalam negeri.

"Nah kita membuka diri untuk kerja sama dengan PLN daripada dia membeli karbon offset-nya lebih mahal di luar negeri, lebih baik diinvestasikan ke dalam negeri yang juga potensinya cukup besar," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.