Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Padahal Rupiah Menguat, IHSG Malah Anjlok Terjerembap ke Level 6.000

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 17:12 WIB | Oleh:
Padahal Rupiah Menguat, IHSG Malah Anjlok Terjerembap ke Level 6.000 Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi - Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,83 persen atau tergerus 50,64 poin ke level 6.071,14 pada perdagangan. 

HSG mengalami pelemahan meski nilai tukar rupiah menguat dan harga minyak dunia mengalami koreksi.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam analisanya di Jakarta, Rabu, mengatakan pelemahan IHSG terjadi di tengah penguatan rupiah sebesar 0,33 persen ke level Rp17.884 per dolar AS seiring dengan penurunan indeks dolar AS.

Di sisi lain, harga minyak Brent melanjutkan koreksi ke bawah level 96 dolar AS per barel, didukung indikasi membaiknya aliran minyak mentah dari Timur Tengah serta langkah Amerika Serikat (AS) melepas cadangan darurat yang meredakan kekhawatiran pasokan.

"Rata-rata ekspor minyak mentah selama 10 hari terakhir dari Timur Tengah telah pulih di level 17,5 juta barel per hari atau setara dengan 98 persen dari tingkat sebelum perang," ujar Ratna, Rabu (30/9).

Menurut dia, secara teknikal histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area negatif, sedangkan Stochastic Relative Strength Index (RSI) masih berada di area oversold.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan besok Kamis (1/10).

Adapun berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya dua dari 11 sektor yang menguat pada perdagangan Rabu.

Sektor industri memimpin penguatan dengan naik 1,17 persen, diikuti sektor barang konsumen primer yang menguat 0,15 persen. Sementara itu, sembilan sektor lainnya ditutup melemah.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,8 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 30,12 miliar lembar saham senilai Rp14,03 triliun.

Sebanyak 308 saham naik, 360 saham menurun, dan 125 saham stagnan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
BI-Pemerintah Kompak Benahi...
Luar Negeri
Flightradar24: Sanksi AS Pa...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.