Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Ekonomi 8 Persen, Produktivitas dan SDM Harus Dibenahi

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Kejar Ekonomi 8 Persen, Produktivitas dan SDM Harus Dibenahi Doc: Sumber: BPS, World Bank/KJ/ones/and
Ket. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengungkapkan empat syarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dan menuju 8 persen dalam jangka menengah, yakni peningkatan investasi, produktivitas, ekspor bernilai tambah, serta pengembangan ekonomi syariah.

Dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10), Dradjad mengatakan pertumbuhan investasi harus melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan diarahkan pada proyek bernilai tambah tinggi. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah dan swasta.

“Saya di beberapa kesempatan menyampaikan atas nama Pak Menko (Menko Bidang Perekonomian), bahwa ekonomi itu enggak bisa pemerintah sendiri, enggak bisa swasta sendiri. Jadi pemerintah dan swasta harus kerja bareng-bareng,” kata dia.

Pemerintah, lanjutnya, akan mengintensifkan upaya mengatasi hambatan usaha melalui deregulasi dan debirokratisasi agar sektor swasta dapat bergerak lebih cepat. Selain itu, peningkatan produktivitas, ekspor bernilai tambah, dan efisiensi logistik menjadi bagian penting untuk memperkuat daya saing nasional.

Dikutip dari Antara, Dradjad juga menilai ekonomi syariah berpotensi menjadi motor pertumbuhan. Potensi tersebut didukung proyeksi belanja konsumen Muslim global yang hampir mencapai 3,6 triliun dolar AS pada 2029 serta aset keuangan syariah global sebesar 9,72 triliun dolar AS.

Pemerintah menyiapkan lima strategi pengembangan ekonomi syariah, meliputi penguatan industri halal dan UMKM halal, peningkatan ekspor dan kerja sama internasional, penguatan ekosistem halal, pengembangan keuangan syariah, serta optimalisasi dana sosial syariah.

Indonesia juga berupaya memperluas akses pasar produk halal melalui perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) dan Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA), serta perundingan dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Türkiye, Pakistan, Bangladesh, dan Tunisia.

Kualitas SDM

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menekankan penguatan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Arif mengutip teori pertumbuhan endogen yang dirumuskan Paul Romer, peraih Nobel Ekonomi 2018. Teori tersebut menekankan peran inovasi dan modal manusia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi, human capital dan penguasaan teknologi dan inovasi itu dua kata kunci yang kemudian akan menjadi pilar bagi kemajuan ekonomi,” kata Arif.

Menurut dia, kekuatan ekonomi global kini semakin ditentukan oleh kemajuan teknologi dan inovasi, bukan hanya kekayaan sumber daya alam. Berdasarkan analisis indeks inovasi global, skor inovasi suatu negara berkorelasi positif dengan peningkatan pendapatan per kapita.

Arif menyebut Indonesia masih berada di peringkat ke-55 dunia dalam indeks inovasi. Namun, ia meminta mahasiswa dan generasi muda tidak pesimistis serta menjadikan posisi tersebut sebagai titik awal untuk mempercepat pengembangan riset dan teknologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bisnis Besar Martha Tilaar Dimulai dari Garasi Kecil

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Bisnis Besar Martha Tilaar ...
Megapolitan
KCIC Kembangkan Dua Akses B...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.