Menag Apresiasi Dompet Dhuafa Kirim Dai ke Wilayah 3T dan Luar Negeri
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 17:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi konsistensi Dompet Dhuafa dalam memperkuat dakwah Islam moderat melalui pengiriman dai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta berbagai negara. Program tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif kepada masyarakat internasional.
Apresiasi itu disampaikan Nasaruddin dalam pertemuan bersama perwakilan Dompet Dhuafa di Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). Ia menekankan bahwa moderasi beragama merupakan nilai penting yang perlu terus dijaga karena sejalan dengan karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kedamaian dan kebersamaan.
"Saya memberikan apresiasi dan wajib memberikan dukungan terhadap komunitas yang konsisten mengusung Islam moderat. Kepribadian bangsa Indonesia itu moderat. Maka saya minta rekan-rekan Dompet Dhuafa dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjunjung tinggi nilai ini," tegas Nasaruddin.
Dukungan tersebut berkaitan dengan dua program unggulan Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), yakni Dai Transformatif dan Dai Ambassador. Program Dai Transformatif menjangkau masyarakat di wilayah 3T di berbagai penjuru Indonesia, sedangkan Dai Ambassador berfokus pada pelayanan dakwah bagi diaspora Muslim di sejumlah negara.
Menurut Nasaruddin, kehadiran dai di wilayah terpencil maupun di luar negeri menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan dakwah yang menyejukkan. Selain mendampingi kebutuhan keagamaan masyarakat, pengiriman dai juga diharapkan dapat memperkenalkan praktik Islam Indonesia yang mengedepankan kedamaian dan sikap moderat.
"Mengirim mubaligh ke daerah 3T dan luar negeri ini sangat penting, agar dunia belajar Islam dari Indonesia. Islam Indonesia itu identik dengan kedamaian," ujar Nasaruddin.
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Direktur 1 Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama, hadir bersama jajaran pimpinan Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM), Sekretariat ID Humanity, serta tim Cordofa. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Dompet Dhuafa dan Kementerian Agama untuk membahas penguatan sinergi dalam pelaksanaan program dakwah, sosial, dan kemanusiaan.
Juperta menjelaskan, komitmen Dompet Dhuafa dalam mengembangkan dakwah yang mencerdaskan telah tumbuh sejak embrio awal lembaga tersebut pada 1993. Sementara itu, program dakwah bagi diaspora Muslim di luar negeri telah berjalan secara konsisten selama lebih dari satu dekade.
"Kunjungan ini kami maksudkan untuk mempererat sinergi antara Dompet Dhuafa dan Kementerian Agama dalam program dakwah, sosial, dan kemanusiaan. Kami berharap kolaborasi ini memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat di wilayah 3T maupun para diaspora yang rindu akan syiar Islam khas tanah air," tutur Juperta.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan keagamaan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Melalui pengiriman dai, program dakwah juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang inklusif sekaligus menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah pilar, meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Lembaga ini mengembangkan pendekatan pemberdayaan yang memadukan nilai kemanusiaan, budaya, filantropi, dan kewirausahaan sosial.
Pertemuan dengan Menteri Agama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dalam menjadikan dakwah Islam moderat sebagai sarana pencerahan masyarakat. Melalui sinergi antara lembaga filantropi dan pemerintah, program pengiriman dai diharapkan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di pelosok Nusantara maupun diaspora Muslim di berbagai negara, sekaligus memperkenalkan nilai kedamaian yang menjadi bagian dari wajah Islam Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!