Hari Kedua Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 17:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Pandeglang - Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten, TNI, dan Polri menyatakan pencarian hari kedua terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat berada di dalam speed boat di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad di Pandeglang, Rabu (9/9), mengatakan operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran serta mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia.
"Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," katanya.
Pada pencarian hari kedua, KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 nautical mile (NM), sedangkan KAL Anyer menyisir area yang sama dengan total jarak 69,5 NM.
RIB 02 dan RIB 03 Lampung melakukan pencarian di Sektor 1 dengan jarak tempuh 67 NM. Tim juga melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.
Sementara itu, RIB 02 Banten menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya melakukan pencarian di Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM, sedangkan KRI Leuser dan KRI Lepu melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan.
Petugas SAR juga melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga Rabu sore pukul 17.07 WIB, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan para jurnalis.
"Selama proses pencarian Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik yang cukup tebal," ujar Al Amrad.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), pemandu; serta lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Operasi SAR hari kedua melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.
Berbagai sarana dikerahkan dalam pencarian tersebut, antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.
"Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan angin dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter," kata Al Amrad.
Pengerahan Kapal TNI AL
Sementara itu, TNI AL mengerahkan tiga kapal perang untuk memperkuat pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalani tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!