Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi.

31 Minggu, 23 Agu 2026, 01:35 WIB | Oleh:
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi. Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi. Doc: Antara Foto
Ket. Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor Aiptu Helmi Apriana (tengah) memberikan keterangan di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8).

 Sejumlah warga Kompleks Aeropolis 1, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengungsi sementara karena kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di wilayah itu.

Seorang warga setempat, Saleh, mengatakan kondisi asap pada Sabtu (22/8) lebih tebal dibandingkan hari-hari sebelumnya setelah kebakaran parah berlangsung sekitar dua hari dan mendekati kawasan permukiman warga di Kompleks Aeropolis 1, Kecamatan Landasan Ulin.

“Lebih parah daripada kemarin,” kata Saleh saat ditemui di sekitar lokasi kebakaran di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Sabtu.

Dia mengatakan keluarganya telah mengungsi ke kampung untuk menghindari dampak asap dan ancaman kebakaran, sementara dirinya memilih bertahan seorang diri di rumah untuk memantau sekaligus menjaga tempat tinggal dari kemungkinan terdampak kobaran api.

“Beberapa warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing untuk berjaga-jaga, sedangkan kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lanjut usia telah mengungsi hari ini karena kondisi asap dan kebakaran semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor Aiptu Helmi Apriana saat penanganan di lokasi, mengatakan titik api di lokasi tersebut sebenarnya telah muncul selama beberapa hari, namun kondisi paling parah terjadi pada hari ini akibat angin bertiup kencang dan cuaca panas yang memicu munculnya kobaran api.

Ia menjelaskan kawasan perumahan tersebut mayoritas memiliki lahan gambut sehingga api berada cukup jauh di dalam dan sulit dijangkau sehingga menyebabkan bara api dapat bertahan di bawah permukaan lahan dan kembali muncul ketika cuaca panas serta angin kencang.

Dia menyebutkan bahwa kobaran api telah mendekati bangunan permukiman hingga mencapai bagian ujung dan berada di sekitar dinding rumah warga pada blok belakang, namun kondisi tersebut telah berhasil ditangani oleh tim pemadam yang berada di lokasi.

“Sudah di ujung itu sudah di dinding rumah. Tapi tadi sudah ditangani dengan baik. Kanan kiri sudah dinding rumah semua ini, blok belakang ini,” ujar Helmi.

Penanganan karhutla di lokasi itu melibatkan BPBD Provinsi Kalsel serta dukungan dari sejumlah barisan pemadam kebakaran dan relawan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Bencana (MPB), serta perusahaan seperti Adaro, Arutmin dan Hutan Rindang Banua.

Helmi mengatakan pemadaman di lokasi tersebut dilakukan melalui jalur darat, penanganan tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca karena angin kencang dan panas menjadi faktor yang memicu kemunculan api.

Sementara itu, aparat terus berkoordinasi dengan warga karena titik kebakaran semakin mendekati kawasan perumahan. Barisan pemadam kebakaran juga telah memberikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu warga menghadapi paparan asap akibat karhutla.

“Hingga saat ini belum ada permintaan langsung dari warga untuk dievakuasi, warga yang meninggalkan rumah memilih mengungsi secara mandiri. Keputusan untuk mengungsi dilakukan masing-masing keluarga sesuai kondisi di lapangan,” kata Helmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Bantuan 72 Alat Peraga Eduk...
Daerah
Disnakeswan Mimika Kembangk...
Daerah
Gunung Karangetang di Pulau...
Advertisement
Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.