Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengujian Sampel Kualitas Air di Gunungkidul

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengujian Sampel Kualitas Air di Gunungkidul Doc: Antara
Ket. Petugas Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) saat melakukan pengambilan sampel air di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar Agustus lalu.

Yogyakarta - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) telah menyelesaikan pengambilan dan pengujian sampel air di sejumlah titik sungai di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengetahui kualitas air sungai di wilayah tersebut.

Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Monev, Pelaporan, Water Resources Data Center (WRDC), dan Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA) BBWSSO Kisworo Rahayu di Yogyakarta, Kamis, mengatakan langkah ini untuk mengetahui kualitas air sungai permukaan dan sungai bawah tanah yang menjadi sumber air baku di Kabupaten Gunungkidul.

"Walaupun (hasilnya) cemar ringan tetapi masih bisa dimanfaatkan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pengambilan sampel dilakukan di enam titik, yakni Kali Oyo di dekat Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Sungai Bawah Tanah Bribin, Sungai Bawah Tanah Ngobaran, Sungai Bawah Tanah Seropan, Sungai Bawah Tanah Baron, dan Sungai Bawah Tanah Gua Gilap.

"Hasil (uji sampel) mulai dari memenuhi baku mutu hingga cemar ringan, beberapa lokasi memiliki kandungan amonia, total suspended solids (TSS), fosfat, tingkat keasaman (pH), dan coliform yang melebihi baku mutu," ujarnya.

Ia menyebut pengambilan sampel kualitas air di Kabupaten Gunungkidul telah dilakukan pada Agustus dengan proses pengujian maksimal 14 hari kerja setelah sampel air dimasukkan.

"Kami antarkan sampel air dan melakukan pengujian parameter kualitas air di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat," katanya.

Ia juga menemukan karakteristik air di Gunungkidul yang cenderung memiliki nilai total dissolved solids (TDS) lebih tinggi karena faktor alami wilayah karst, terutama pada sungai bawah tanah.

"Nilai TDS pada sungai bawah tanah cenderung lebih tinggi dibandingkan nilai TDS pada sungai permukaan," katanya.

Menurutnya, pengambilan sampel kualitas air tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan BBWSSO setiap tahun.

"Setiap tahun biasanya kami melakukan dua kali pengambilan dalam setahun yaitu saat musim penghujan dan musim kemarau," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah secara langsung ke badan air, melakukan pengolahan limbah dengan baik, serta menjaga vegetasi riparian sungai agar kelestarian air di Gunungkidul tetap terjaga dan tidak tercemar.

"Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke dalam luweng di wilayah karst karena dapat mencemari sumber air pada sungai bawah tanah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Nasional
Transfer Tunai Langsung Aka...
Ekonomi
ICOMEX Hadapi Tantangan Men...
Daerah
Pengujian Sampel Kualitas A...
Luar Negeri
Alaska Diguncang Gempa M6,5...
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.