Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BRIN Dorong Penguasaan “Green Skill” Hadapi Era Society 5.0

29 Rabu, 26 Agu 2026, 02:00 WIB | Oleh:
BRIN Dorong Penguasaan “Green Skill” Hadapi Era Society 5.0 BRIN Dorong Penguasaan “Green Skill” Hadapi Era Society 5.0 Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria

Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menekankan pentingnya penguasaan keterampilan ramah lingkungan atau green skill bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menjawab tantangan pelestarian alam di era Society 5.0.

Dikutip dari Antara, Arif mengatakan arah peradaban masa depan kini bertumpu pada dua aspek utama, yakni kemanusiaan dan keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup.

"Sekarang ketika bicara 5.0, dua kata kunci adalah tentang humanity dan sustainability. Sekarang semua orang sudah mulai melihat kembali makna sustainability ketika ancaman perubahan iklim sudah menjadi keseharian," katanya.

Menurut Arif, urgensi keberlanjutan membuat kompetensi green skill semakin relevan dan bernilai tinggi, baik di sektor riset akademik maupun dunia usaha.

"Dalam green skill, skill hijau, ini merupakan skill yang diperlukan untuk hari ini dan masa depan. Jadi green skill ini tidak semata-mata diperlukan dalam dunia akademik, tetapi juga di dunia private (swasta)," ujarnya.

Salah satu penerapan penting green skill, kata Arif, adalah dalam upaya pelestarian satwa liar. Ia mencontohkan kondisi populasi badak Sumatera yang semakin terancam dan kini diperkirakan tersisa sekitar 50 ekor di alam liar.

Menurut dia, penyelamatan spesies terancam punah tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi membutuhkan kolaborasi serta pemanfaatan teknologi.

"Sehingga, sekarang sudah berkembang juga teknologi yang disebut seperti ART, Assisted Reproductive Technology, yang sudah berkembang dan sudah berhasil di Kenya," ujar Arif.

Selain teknologi, Arif mengajak para peneliti untuk mengambil inspirasi dari cara alam bekerja melalui konsep biomimikri. Menurut dia, keberagaman, kesalingtergantungan, dan jejaring kehidupan yang terdapat di alam dapat menjadi sumber pembelajaran bagi kehidupan manusia.

"Jadi, sebenarnya alam itu sudah mengajarkan pada kita untuk hidup, dan filosofi dari alam itu, karakteristik alam itu, inilah yang kemudian bisa menjadi salah satu sumber dalam kehidupan sosial," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
BKSDA: Gunung Anak Krakatau...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

29 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.