Perang Dagang AS-Kanada Berlanjut, Trump Ancam Blokir Penjualan Pesawat Bombardier di Amerika
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim PenulisSekalipun Trump berupaya mewujudkan ancaman terbarunya, masih belum jelas bagaimana hal itu akan terjadi. Badan Penerbangan Federal (FAA), bukan Gedung Putih, adalah lembaga AS yang mensertifikasi atau mencabut sertifikasi pesawat terbang di negara tersebut.
Model-model Bombardier tetap bersertifikasi AS dan perusahaan tersebut saat ini dibebaskan dari tarif AS.
Bulan lalu, ketika negosiasi perdagangan gagal, Trump memberlakukan tarif 50 persen pada produk-produk Kanada senilai sekitar 20 miliar dollar AS, mulai dari tongkat hoki hingga semen.
Kanada mengumumkan akan memberlakukan tarif balasan pada sejumlah produk AS yang serupa mulai Selasa pagi.
Bea masuk sebesar 15 persen, 25 persen, dan 50 persen akan berlaku untuk impor dari Amerika Serikat yang meliputi produk baja dan aluminium serta produk susu seperti keju.
Negosiasi antara kedua pihak gagal pada akhir bulan lalu setelah beberapa hari pertemuan di Washington, dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan ia memutuskan untuk menangguhkan pembicaraan perdagangan.
Pada saat itu, Carney mengatakan persyaratan pemerintahan Trump pada akhirnya tidak dapat diterima, dan para negosiator AS telah memperkenalkan pembatasan pada kesepakatan perdagangan Kanada dengan negara lain pada saat-saat terakhir.
Pejabat AS juga melontarkan "ancaman" yang tidak dapat diterima terhadap bahasa Prancis dan "budaya Quebec," tambahnya, merujuk pada provinsi berbahasa Prancis di Kanada bagian timur.
Ottawa dan Washington belum melanjutkan negosiasi sejak saat itu, dan terus saling melontarkan sindiran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!