Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TPA Galuga Terbakar, Bupati Bogor: Sumber Api dari Lahan Pertanian di Sebelahnya

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 11:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
TPA Galuga Terbakar, Bupati Bogor: Sumber Api dari Lahan Pertanian di Sebelahnya Doc: Antara
Ket. Kobaran api membakar kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026).

BOGOR - TPA Galuga, Cibungbulang ditutup sementara selama satu hari ini, Selasa (8/9) untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan tersebut. Kebakaran disebut berasal dari lahan pertanian di sebelahnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan penghentian pelayanan dilakukan agar seluruh akses menuju TPA dapat digunakan untuk distribusi air dan mobilisasi tim pemadam kebakaran.

“Untuk pelayanan TPA Galuga hari ini, tanggal 8 September, kami tutup selama satu hari supaya seluruh akses jalan menuju TPA betul-betul dapat dioptimalkan untuk distribusi air dan tim pemadam kebakaran,” kata Rudy saat meninjau lokasi, Selasa.

Kebakaran berlangsung sejak Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB dan membesar pada tengah malam. Api mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi masih menyisakan sejumlah titik api hingga Selasa pagi.

Rudy menjelaskan kebakaran berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga. Api kemudian merambat hingga area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan, bukan timbunan sampah aktif.

Ia mengatakan telah menyampaikan penutupan TPA kepada Pemerintah Kota Bogor karena TPA Galuga digunakan untuk menampung sampah dari Kabupaten dan Kota Bogor.

Rudy juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penghentian sementara pelayanan persampahan tersebut. Penutupan diharapkan dapat mempercepat pemadaman agar kebakaran tidak berlarut-larut.

“Mudah-mudahan hari ini bisa kita tuntaskan bersama-sama,” ujarnya.

Menurut dia, akses menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran karena titik api berada di bagian belakang kawasan TPA dan tidak dapat dijangkau langsung kendaraan pemadam.

Petugas harus menyambungkan sejumlah selang hingga mencapai panjang sekitar 400–500 meter. Jauhnya jarak tersebut menyebabkan tekanan air berkurang saat mencapai titik api.

Pemadaman melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor. Kepolisian turut mengerahkan kendaraan water cannon, sedangkan TNI Angkatan Udara membantu pemadaman melalui water bombing.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara luas area yang terbakar dan penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Refleksi 24 Tahun Peristiwa Bom Bali

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Refleksi 24 Tahun Peristiwa...

Kembali Bugar, Jessica Pegula Bidik Hasil Maksimal di Wuhan

24 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Kembali Bugar, Jessica Pegu...
Nasional
124 Ribu Kasus WNI Ditangan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.