Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Tembus 9 Negara, Sektor Perikanan Gairahkan Ekonomi Sultra

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspor Tembus 9 Negara, Sektor Perikanan Gairahkan Ekonomi Sultra Doc: istimewa
Ket. Ekspor perikanan yang disertifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanann (KKP) telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp 313 Miliar pada 2025

JAKARTA - Sektor perikanan di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus tumbuh, menjadi salah satu penopang geliat ekonomi daerah, dengan volume ekspor hingga pertengahan tahun 2026 mencapai 738 ton senilai Rp171 miliar. 

Tingginya tingkat penerimaan hasil perikanan dari Sultra ke negara tujuan, di antaranya berkat efektivitas layanan sertifikasi jaminan mutu dari hulu hingga hilir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang cepat dan berbasis online. 

"Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp 313 Milyar pada tahun 2025,” jelas Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini di Jakarta, Selasa (8/9).

Beberapa komoditas perikanan seperti tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan asal Sulawesi Tenggara bahkan telah menjadi "champion" dan disukai konsumen di berbagai negara, diantaranya Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada serta Republik Dominika.

“Terdapat 17 jenis komoditas perikanan dari Sulawesi Tenggara yang telah kami dampingi untuk memenuhi sertifikasi mutu yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor diantaranya CBIB (Good Aquaculture Practice-red), cara penanganan ikan diatas kapal (CPIB Kapal), SKP dan HACCP,” tukas Ishartini.

Kepala Balai Mutu Kendari Muhammad Zamrud menambahkan, kegiatan sertifikasi mutu tidak hanya mendongkrak ekspor hasil perikanan, tapi juga menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal untuk mendukung aktivitas unit pengolahan ikan di Kendari.

"Unit pengolahan ikan (UPI) ekspor saat ini berjumlan 15 UPI yang telah mampu menyerap total 1249 tenaga kerja dengan rincian 468 pekerja laki - laki dan 781 perempuan,” terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.