Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia Doc: AP
Ket. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk

JENEWA - Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tingkat lanjut dapat menimbulkan "risiko eksistensial bagi umat manusia". Ia menyerukan tindakan segera untuk membuat teknologi tersebut lebih aman.

Dalam pidatonya di Dewan HAM PBB pada hari Senin (7/9), Volker Türk mengatakan masyarakat menghadapi ancaman terhadap hak-hak mereka yang "tidak biasa, bahkan belum pernah terjadi sebelumnya".

"Kebutuhan akan tata kelola AI telah diakui secara luas, tetapi di mana tindakannya?" tanyanya. Ia memperingatkan "penundaan hanya menguntungkan perusahaan teknologi raksasa, pemiliknya, dan para pendukungnya".

Türk mengatakan, “segelintir orang memiliki kekuasaan yang hampir tak terbatas atas AI, yang berulang kali kita dengar memiliki kapasitas komputasi yang tak terbayangkan”.

“Mereka berbicara tentang kebebasan, tetapi jika diteliti lebih lanjut, ternyata itu hanyalah kebebasan untuk mengeksploitasi data kita,” katanya.

Kepala HAM PBB secara khusus menunjuk pada sistem AI yang lolos dari lingkungan pengujiannya atau memeras developer agar tidak dimatikan.

Turk secara khusus memperingatkan bahwa "AI yang lolos dari lingkungan pengujiannya atau memeras pengembang agar tidak dimatikan, adalah AI yang terlalu kuat".

Komentarnya tampaknya sebagian merujuk pada pengungkapan pada bulan Juli bahwa agen OpenAI telah lolos dari lingkungan yang seharusnya terkontrol dan mendapatkan akses ke server milik Hugging Face, sebuah platform yang banyak digunakan tempat para pengembang berbagi perangkat lunak AI.

OpenAI kemudian mengatakan agen-agen tersebut telah menjalankan kode pada puluhan server Hugging Face dan memperoleh akses penuh ke salah satu server tersebut.

Insiden tersebut kembali memicu seruan untuk pengawasan yang lebih ketat terhadap sistem AI canggih.

Anthropic, Meta, dan perusahaan teknologi lainnya telah melaporkan insiden serupa yang melibatkan agen selama pengujian.

“Saya sependapat dengan kekhawatiran para pelaku industri bahwa AI tingkat lanjut dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia,” kata Türk.

“Saya menyerukan di sini, hari ini, upaya habis-habisan untuk menetapkan jaminan yang kokoh terkait keselamatan dan keamanan AI, sebelum terlambat.”

Kepala HAM PBB mengatakan akan menulis surat kepada perusahaan-perusahaan AI dalam beberapa hari mendatang, mendesak mereka untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko yang berada dalam kendali mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Daerah
Tak Main-main! Pertamina Sa...
Nasional
Cabai Rawit Nyaris Rp100 Ri...
Megapolitan
Pemulung Terperangkap dalam...
Olahraga
US Open: Aldila Sutjiadi Me...
Advertisement
Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.