Menkop-DNIKS Sepakat Kolaborasi Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 21:55 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSementara itu, jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,24 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen.
Pada periode yang sama, penyerapan tenaga kerja masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, serta industri. Ketiga sektor tersebut menyerap sekitar 60,29 persen tenaga kerja nasional.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa koperasi dapat didorong tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai wadah penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha mikro dan kecil, peningkatan keterampilan, serta penguatan rantai pasok ekonomi desa.
DNIKS Didorong Perkuat Data DTSEN
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta DNIKS ikut terlibat dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ferry menilai jaringan LKKS yang dimiliki DNIKS hingga tingkat kabupaten dan kota dapat menjadi kekuatan dalam membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih lengkap. "Kami menyambut baik DNIKS untuk berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi. Data yang lebih lengkap dan akurat sangat penting untuk menentukan sasaran pendirian dan pengembangan koperasi desa," ujar Ferry.
DTSEN sendiri kini menjadi rujukan bersama pemerintah untuk perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. BPS menyebut DTSEN terus dimutakhirkan dan pada Volume 2 Tahun 2026 mencakup sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu.
Menurut Ferry, penguatan data menjadi tahap penting sebelum pemerintah melakukan intervensi ekonomi. Dengan data yang akurat, koperasi yang dibangun di desa diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Kolaborasi Kemenkop dan DNIKS selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada pemetaan masalah, tetapi menghasilkan strategi konkret untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Melalui koperasi sebagai "lokomotif" ekonomi rakyat, program pemberdayaan diharapkan dapat menghubungkan potensi desa dengan akses pembiayaan, pasar, teknologi, keterampilan, dan jaringan usaha sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!