Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bebas Biaya Kuliah Sampai Jadi Dokter, Cek Rincian Program Beasiswa Banyuwangi Progresif

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 21:25 WIB | Oleh:
Bebas Biaya Kuliah Sampai Jadi Dokter, Cek Rincian Program Beasiswa Banyuwangi Progresif Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, kembali melanjutkan komitmen penguatan kualitas sumber daya manusia melalui program Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026, Selasa (8/9). 

Pemkab Banyuwangi mencatat sebanyak 3.920 mahasiswa mendapat beasiswa menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia sejak program beasiswa tersebut digulirkan pada 2011-2025.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif, dan tahun ini tercatat sebanyak 613 orang putra dan putri Banyuwangi mendaftar dan mengikuti proses seleksi.

"Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami, dan kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan," katanya di Banyuwangi, Selasa.

Menurut Ipuk, pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

Pemberian beasiswa ini, lanjutnya, tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan biaya pendidikan, bahkan lebih dari itu program beasiswa diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengembangkan potensi dan kompetensinya.

Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 dibuka melalui sejumlah skema, di antaranya jalur afirmasi bagi mahasiswa yang baru memasuki perkuliahan, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan serta beasiswa bagi dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis.

Bupati mengemukakan bahwa program tersebut juga menyasar sejumlah bidang yang dinilai penting bagi pembangunan daerah, salah satunya di sektor kesehatan, dengan program studi meliputi keperawatan, kebidanan, gizi, sanitasi/kesehatan lingkungan, psikologi, apoteker/farmasi, dan juga kedokteran umum.

Selain itu, kata dia, Pemkab Banyuwangi juga memberikan kesempatan bagi dokter untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun dokter gigi spesialis.

"Kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapan kami mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di Banyuwangi secara berkelanjutan," ujar Ipuk.

Informasi diperoleh, pelaksanaan Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 tercatat sebanyak 613 pendaftar, dan sebanyak 124 orang telah lolos seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan tes psikologi dan wawancara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.