Medsos Jadi Ladang Penipuan? Polda Sulsel Ungkap Peringatan Penting untuk Warga
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 00:18 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoMenurut Jan Manto, pola penipuan umumnya diawali dengan iklan di media sosial, seperti Facebook, kemudian korban diarahkan berkomunikasi melalui layanan pesan dan berlanjut ke WhatsApp.
Pelaku selanjutnya mencari berbagai cara untuk meyakinkan korban agar mentransfer uang dengan alasan pembayaran biaya tertentu.
Dari 22 tersangka yang ditangkap dalam pengungkapan tersebut, total kerugian yang dialami para korban mencapai lebih dari Rp1,19 miliar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun platform digital lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia meminta masyarakat melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap identitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan produk, pekerjaan, bantuan, atau transaksi sebelum memberikan uang.
"Masyarakat jangan mudah tergiur dengan harga murah, tawaran pekerjaan, bantuan, maupun transaksi lain yang belum jelas kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu identitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan itu," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!