Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Energi AS Sebut Kesepakatan Nuklir dengan Iran Belum Tentu Terwujud

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Energi AS Sebut Kesepakatan Nuklir dengan Iran Belum Tentu Terwujud Doc: afp
Ket. Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright

WASHINGTON - Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright pada Minggu (6/9) mengatakan bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud dan AS mungkin harus mengandalkan penghancuran kemampuan nuklir Teheran.

“Mungkin tidak ada kesepakatan nuklir,” kata Wright kepada ABC News. “Mungkin caranya hanya dengan menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukannya. Kesepakatan itu mungkin menunggu pemerintahan berikutnya di Iran. Kami benar-benar tidak tahu,” katanya.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengeklaim bahwa kepemimpinan Iran telah berubah secara mendasar sejak serangan AS-Israel dimulai pada akhir Februari, meskipun sistem pemerintahan Iran tetap bertahan di bawah pemimpin tertinggi yang baru.

Ketika ditanya apakah pemboman berkelanjutan akan menjadi strategi untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, Wright menjawab bahwa hal itu sepertinya memang diperlukan.

“Anda harus menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukannya,” katanya. “Mereka membangun infrastruktur rudal besar untuk memproduksi rudal, yang sekarang Anda lihat mereka tembakkan, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk membuat lebih banyak rudal,” katanya.

Wright juga membahas arus minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik penting bagi pengiriman energi global. Ia mengatakan pengiriman rata-rata tujuh hari arus minyak melalui selat itu kini mencapai lebih dari 9 juta barel per hari.

Angka tersebut kata Wright merupakan rata-rata tujuh hari tertinggi yang pernah tercatat. Ia sebelumnya menyampaikan keterangan serupa pada awal Agustus.

Dengan memperhitungkan aliran minyak melalui jaringan pipa di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, total arus minyak yang keluar dari kawasan tersebut mencapai sekitar 13 juta hingga 14 juta barel per hari.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Nota tersebut memuat langkah menuju penghentian permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penyelesaian pembatasan ekonomi. Namun, kedua pihak saling menuduh gagal menjalankan komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman tersebut.

Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan karena AS dan Iran menyampaikan klaim yang bertolak belakang mengenai keterbukaan jalur tersebut, pihak yang mengendalikannya, serta tingkat keamanannya bagi pelayaran komersial.

Pejabat AS sendiri mengatakan jalur pelayaran internasional di selat itu telah dibersihkan dari ranjau Iran dan puluhan kapal melintas setiap hari. Teheran bersikeras selat tersebut masih berada di bawah kendali Iran dan belum terbuka atau aman dari ancaman ranjau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.