Pemkab Sumedang Dorong Petani Milenial Lewat Budidaya Labu Siam
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 16:15 WIB | Oleh: SriyonoSUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memperkuat pengembangan petani milenial melalui usaha pertanian produktif seperti budidaya labu siam di Dusun Cibubut Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa, mengatakan petani muda seperti Ridwan (30) menunjukkan sektor pertanian dapat menjadi usaha produktif karena hasil panen dipasarkan ke sejumlah daerah sekaligus menyerap tenaga kerja.
“Alhamdulillah, di Cibubut, Desa Jayamekar ini masyarakatnya sejahtera karena bertani seperti (Ridwan petani labu siam) ini. Hasil panennya dipasarkan dan dijual ke luar Sumedang, ke Jakarta, Tangerang dan Bogor,” ujarnya.
Ridwan mengembangkan budi daya labu siam atau waluh lejet yang dipasarkan ke Bogor, Jakarta dan Tangerang, dengan permintaan ke wilayah Bogor mencapai sekitar 10 ton per hari.
Dari sisi usaha, kebutuhan modal untuk satu ton labu siam mencapai sekitar Rp11 juta dengan nilai penjualan sekitar Rp12,5 juta per ton, sehingga terdapat selisih sekitar Rp1,5 juta sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya.
Dony menilai usaha yang dikembangkan petani milenial tersebut dapat menjadi contoh pengembangan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pemasaran dan penciptaan nilai ekonomi di masyarakat.
“Ini contoh petani milenial yang mampu mengembangkan usaha pertanian secara produktif dan menyerap tenaga kerja,” katanya.
Ia menilai pengembangan model usaha pertanian produktif tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Sumedang memperkuat regenerasi petani melalui peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan akses terhadap pasar dan pembiayaan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumedang Tono Suhartono mengatakan Pemkab terus memperkuat regenerasi petani melalui kolaborasi dengan kampus dan sekolah, terutama untuk meningkatkan kapasitas petani muda dalam pemanfaatan teknologi pertanian.
“Kita pertama sedang mulai kolaborasi dengan berbagai kampus, terutama petani milenial dan calon petani milenial Gen Z terkait memperkuat kapasitas pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Upaya tersebut juga mencakup penguatan pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, dan kelembagaan petani sebagai bagian dari transformasi pertanian agar lebih produktif dan memiliki nilai tambah.
Pengembangan petani milenial melalui usaha seperti labu siam di Cibubut diharapkan memperkuat regenerasi pelaku pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas melalui produksi dan pemasaran yang lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!