Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Karhutla, Jambi Usul Pembangunan Sumur Bor di Lahan Gambut

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 14:43 WIB | Oleh:
Atasi Karhutla, Jambi Usul Pembangunan Sumur Bor di Lahan Gambut Doc: antara foto
Ket. Kepala Dishut Provinsi Jambi Andri Yushar Andria di Jambi, Selasa (29/9).

KOTA JAMBI - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi mengusulkan program pembuatan 12 hingga 14 sumur bor di kawasan lahan gambut untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala Dishut Provinsi Jambi Andri Yushar Andria di Jambi, Selasa (29/9), mengatakan bahwa pembuatan sumur bor diprioritaskan membantu petugas penanggulangan karhutla di saat ketersediaan air terbatas.

"Selama ini kendala kami ketika pemadaman api di lahan gambut adalah sumber air yang susah. Dengan adanya sumur bor di kawasan tersebut, petugas tidak akan lagi kesulitan mendapatkan air jika terjadi karhutla berulang di lokasi yang sama," katanya.

Dishut Jambi juga mengusulkan pengadaan sejumlah sarana pendukung bagi Masyarakat Peduli Api (MPA), antara lain kendaraan roda dua, mesin pompa air beserta selang pemadam, dan sepatu bot.

Menurut dia, usulan program dari Dishut tersebut bagian dari alokasi dana bantuan pemerintah pusat Rp30 miliar untuk penanganan karhutla di Provinsi Jambi.

Penyusunan usulan program penanganan karhutla itu telah mengacu pada ketentuan dan petunjuk teknis surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman menyatakan dana bantuan pusat Rp30 miliar tersebut saat ini belum disalurkan karena masih dalam tahap pengkajian dan penyusunan administrasi APBD Perubahan.

Sudirman mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah yang meminta usulan itu untuk mematuhi rambu-rambu penggunaan anggaran sesuai aturan yang ditetapkan Mendagri agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.

Hal itu, mengingat dana tersebut dapat dialokasikan untuk pemulihan lahan gambut, pengadaan peralatan karhutla, hingga penanganan dampak kesehatan seperti penyediaan obat-obatan dan masker untuk penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Dana dari pemerintah pusat masuk terlebih dahulu ke APBD Perubahan melalui mekanisme pergeseran anggaran. Usulan dari OPD sudah masuk, namun belum dibedah rinci karena harus dibahas bersama Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Final Ganda Putra Bulu Tang...
Advertisement
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.