Nepal Tetapkan Hari Berkabung untuk 1.380 Orang yang Tewas Akibat Banjir Bandang
📅 Senin, 07 Sep 2026, 17:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Kami di sini karena kami belum mendengar kabar tentang upaya penyelamatan apa pun dalam proyek ini, tetapi sudah 13 hari berlalu,” kata Sumana.
“Satu-satunya hal yang dapat kami lakukan adalah berdoa kepada Tuhan dan berharap akan adanya keajaiban.”
Mahesh Prasad Shrestha, pengunjuk rasa lainnya, membawa foto saudaranya, Niraj Shrestha, insinyur berusia 52 tahun yang juga bekerja di lokasi tersebut.
Ia mempertanyakan penggunaan peralatan berat dalam operasi pencarian. Menurutnya, otoritas Nepal baru mengirimkan ekskavator berukuran kecil menggunakan helikopter pada hari keenam atau ketujuh setelah bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Seharusnya mereka memesan helikopter besar dari tempat-tempat seperti Tiongkok atau India untuk menerbangkan peralatan,” ujarnya.
Pemerintah Nepal menyebut pencarian difokuskan pada 12 proyek pembangkit listrik tenaga air. Sekitar 900 pekerja dilaporkan masih hilang, sementara sekitar 500 orang lainnya diyakini terjebak di dalam sejumlah terowongan.
Tim penyelamat khusus dari India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Amerika Serikat turut dikerahkan untuk menyisir puing-puing, bangunan yang rusak, serta terowongan di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!