Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Sekolah Berhasil Selamatkan Nyawa 900 Siswa dari Terjangan Banjir Bandang Nepal-Tibet di Menit-Menit Terakhir

📅 Senin, 31 Agu 2026, 03:55 WIB | Oleh:
Kepala Sekolah Berhasil Selamatkan Nyawa 900 Siswa dari Terjangan Banjir Bandang Nepal-Tibet di Menit-Menit Terakhir Doc: Istimewa
Ket. Insert. Rajendra Dawadi, kepala sekolah di sekolah menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot

NUWAKOT – Keputusan cepat seorang kepala sekolah di Nepal menyelamatkan sekitar 900 siswa dari terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Rajendra Dawadi memerintahkan seluruh siswa meninggalkan area sekolah dan menuju tempat yang lebih tinggi setelah menerima sejumlah peringatan mengenai ancaman banjir dari arah hulu.

Dari The Giardian, Dawadi merupakan kepala Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot. Sekolah tersebut memiliki sekitar 1.600 siswa.

Ia mengatakan mendapat empat peringatan dari orang yang berbeda hanya dalam beberapa menit. Salah satu informasi berasal dari Betrawati, wilayah yang berada di bagian hulu sungai.

Informasi tersebut membuat Dawadi memutuskan menghentikan kegiatan belajar mengajar dan segera mengevakuasi para siswa.

“Saya memutuskan saya tidak boleh menunda lagi. Meskipun banjir tidak akan datang, itu hanya masalah satu hari kelas saja,” kata Dawadi.

Evakuasi dilakukan ketika waktu yang tersedia sangat terbatas. Dawadi mengatakan dirinya melihat sebuah bangunan asrama yang berada sekitar 100 meter dari sungai diterjang derasnya aliran air saat proses pemindahan siswa berlangsung.

“Jika kami mengambil keputusan 10 menit lebih lambat, kita semua, termasuk para siswa dan saya, tidak akan bisa berbicara kepada Anda hari ini,” ujarnya.

Yunisha, seorang siswa berusia 16 tahun, mengatakan dirinya dan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri dalam hitungan detik.

“Saya, bersama teman-teman saya, selamat hanya dalam waktu 10 detik,” kata Yunisha kepada wartawan.

Ia menggambarkan situasi ketika air dan material banjir mulai memenuhi kawasan tempat tinggal mereka. Anak-anak berlari melewati jalan yang dipenuhi lumpur untuk mencari tempat aman.

“Dalam sekejap, pasar itu tersapu di depan mata saya,” ujarnya.

Yunisha baru bertemu kembali dengan keluarganya tiga hari setelah kejadian.

Bencana tersebut juga berdampak pada sektor pendidikan. Save the Children melaporkan sedikitnya 69 sekolah mengalami kerusakan atau hancur, dengan hampir 19.000 anak terdampak.

Di Dhading, salah satu wilayah yang mengalami dampak besar, sejumlah siswa selamat setelah meninggalkan ruang kelas ketika waktu istirahat makan siang. Di lokasi lain, guru meminta siswa segera keluar dari kelas sebelum air bah mencapai kawasan sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.