Kendaraan Anda Terkena Abu Vulkanik? Segera Bersihkan Sebelum Terlambat, Bisa Merusak Cat dan Mesin!
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 19:09 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menyarankan pemilik kendaraan segera membersihkan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan mereka, tidak menunggu sampai sebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi berhenti.
"Membiarkan abu vulkanik menumpuk di mobil sangat merugikan dan berisiko merusak kendaraan secara permanen, karena abu vulkanik mengandung silika yang teksturnya tajam dan sulfur yang sangat destruktif jika dibiarkan terlalu lama,” kata Yannes di Jakarta, Minggu (6/9).
Dia menyampaikan bahwa partikel silika yang tajam dan bersifat abrasif dapat memicu kerusakan kalau dibiarkan terlalu lama menempel pada kendaraan.
Ia menyarankan pembersihan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan dilakukan dengan hati-hati agar partikel silika yang tajam tidak bergesekan dengan permukaan kendaraan dan membuatnya baret.
Menurut Yannes, pemilik kendaraan sebaiknya memulai upaya pembersihan dengan menyiram kendaraan menggunakan air mengalir.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan dibilas menggunakan air mengalir bervolume besar tanpa sentuhan spons atau lap sama sekali, dapat meluruhkan partikel abrasif secepat mungkin," katanya.
Setelah sebagian besar abu terangkat, pemilik kendaraan dapat melanjutkan pencucian kendaraan secara menyeluruh untuk memastikan abu vulkanik tidak tertinggal di bodi, kaca, dan komponen kendaraan lainnya.
Bahaya abu vulkanik
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membeberkan bahaya dari abu vulkanik bila mengenai tubuh dan tata cara membersihkan yang tepat.
“Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit,” kata Dicky di Jakarta, Minggu.
Dicky menyampaikan adanya paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan karena menyebabkan iritasi. Pada mata akan menyebabkan kemerahan, perih, berair dan sensitif cahaya sampai dengan membuat luka goresan.
Mata juga bisa terkena peradangan konjungtivitis yang menimbulkan kemerahan, rasa terbakar, juga fotosensitivitas atau sensitif pada sinar matahari.
Pada saluran pernapasan, dia menyampaikan hal ini bisa menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering jika terkena paparan tinggi dan sesak atau nyeri di dada.
Gejala, katanya, dapat semakin memburuk pada penderita asma atau bronkitis kronis seperti muncul batuk berdahak, napas berbunyi atau mengi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!