Erupsi Gunung Anak Krakatau Berimbas ke Perjalanan Kereta, KAI Daop 1 Catat Peningkatan Penumpang Keluar Jakarta
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 19:32 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 35.446 orang berangkat menggunakan kereta api dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan meskipun masih berupa data sementara, jumlah tersebut telah melampaui total volume penumpang pada pekan lalu (Minggu, 30 Agustus 2026) yang mencapai 30.556 penumpang.
“Dengan demikian, hingga pukul 15.30 WIB telah terjadi penambahan sebanyak 4.890 pelanggan atau meningkat 16 persen dibandingkan hari Minggu sebelumnya,” kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).
Franoto mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena masih terdapat sejumlah perjalanan kereta api yang belum diberangkatkan hingga berakhirnya operasional pada pukul 24.00 WIB.
Dia lalu menyarankan penumpang menggunakan masker berstandar N95 atau KF94, memakai kacamata pelindung, serta menutup rapat barang bawaan, termasuk makanan dan minuman di tengah potensi penyebaran abu vulkanik, penumpang juga disarankan
Penumpang diminta mengikuti informasi resmi dan mematuhi arahan petugas di stasiun maupun selama perjalanan.
Franoto menambahkan, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh penumpang.
Perjalanan Kereta Api Aman
Sebelumnya diberitakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memastikan perjalanan kereta api aman, lancar, dan sesuai dengan kondisi operasional yang berlaku kendati ada sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu.
“Sebaran abu vulkanik yang terpantau di sejumlah wilayah sejauh ini tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangan resmi, Minggu.
Franoto mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi jalur kereta api serta stasiun.
Dia menyampaikan bahwa KAI telah menyiagakan petugas di stasiun maupun sepanjang jalur kereta api untuk melakukan pemantauan secara berkala dan mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi akibat sebaran abu vulkanik.
“Kami memastikan aspek keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Petugas kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur, stasiun, serta jarak pandang masinis di sepanjang perjalanan,” kata Franoto.
KAI, imbuh dia, juga terus berkoordinasi dan memantau perkembangan informasi dari instansi terkait mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan sebaran abu vulkanik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!