Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi: Aktivitas Anak Krakatau Masih Berpotensi Meningkat

8 Minggu, 06 Sep 2026, 18:52 WIB | Oleh:
Badan Geologi: Aktivitas Anak Krakatau Masih Berpotensi Meningkat Badan Geologi: Aktivitas Anak Krakatau Masih Berpotensi Meningkat Doc: Layar YouTube Bakom RI
Ket. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria

JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah dan meningkat. Hal ini terlihat dari berbagai parameter kegempaan dan aktivitas vulkanik yang masih terekam selama pemantauan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Minggu (6/9).

Menurut dia, pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai jenis sinyal kegempaan untuk melihat perkembangan aktivitas gunung.

“Erupsi yang terjadi dapat mengalami fluktuasi aktivitas,” ujar dia. “Kami masih merekam adanya gempa frekuensi rendah, gempa hybrid, gempa harmonik dan tremor.”

Menurut Lana, sinyal-sinyal kegempaan tersebut menunjukkan masih adanya proses pergerakan fluida vulkanik di dalam tubuh Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut menjadi salah satu parameter yang terus dievaluasi untuk melihat perkembangan aktivitas vulkanik.

“Ini menunjukkan masih adanya proses pergerakan dan pelepasan fluida vulkanik di dalam tubuh gunung,” katanya. Namun, lanjut Lana,data kegempaan tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan waktu maupun skala erupsi berikutnya.

Namun, perkembangan aktivitas gunung api harus dilihat berdasarkan keseluruhan data pemantauan. “Waktu, ukuran dan bentuk erupsi berikutnya tidak dapat kita prediksi secara pasti,” ujar dia.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat mengalami fluktuasi sehingga masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi. “Kami terus mengevaluasi berdasarkan seluruh data pemantauan yang ada,” kata dia.

Lana juga mengingatkan potensi bahaya di sekitar pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat ini statusnya masih Level III atau Siaga, dan masyarakat tidak diperbolehkan memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat sejak 2 Juli 2026 dan statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Pada 4 September 2026, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi menerus yang disertai semburan lava, suara gemuruh dan dentuman. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.