Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abu Vulkanik Nempel di Kendaraan Anda? Ikuti Ini Cara Benar Membersihkannya!

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 19:17 WIB | Oleh:
Abu Vulkanik Nempel di Kendaraan Anda? Ikuti Ini Cara Benar Membersihkannya! Doc: ANTARA/Chairul Rohman
Ket. Abu vulknaik yang menempel pada kendaraan.

JAKARTA - Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) digemparkan dengan kondisi abu vulkanik yang menempel cukup tebal pada kendaraan-kendaraan mereka.

Abu vulkanik yang terbawa hingga kawasan Jabodetabek, bukan sekadar debu biasa yang bisa dibersihkan dengan sekali usap. Partikel mineral dan pecahan material vulkanik yang bersifat keras dan abrasif, justru dapat meninggalkan goresan halus pada bodi maupun kaca kendaraan jika dibersihkan secara sembarangan.

“Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca,” kata Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu di Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut dia, risiko terhadap kendaraan tidak hanya berasal dari sifat abrasif abu. Ketika abu bercampur dengan air, embun, atau gerimis kemudian dibiarkan menempel dalam waktu lama, endapan tersebut berpotensi menciptakan kondisi yang lebih korosif terhadap permukaan kendaraan.

Karena itu, pemilik kendaraan yang belum terpapar abu disarankan memarkirkan mobil di tempat tertutup.

Penggunaan penutup mobil atau car cover juga dapat dilakukan, tetapi permukaan kendaraan sebaiknya sudah bersih.

Sebaliknya, jangan memasang atau menggeser car cover pada mobil yang sudah dipenuhi abu karena gesekan kain dengan partikel vulkanik dapat memperbesar risiko baret.

Untuk kendaraan yang sudah terkena abu, langkah pertama justru bukan mengambil kain lap.

Pemilik disarankan membilas mobil menggunakan air mengalir dalam jumlah cukup, dimulai dari bagian atas kendaraan hingga ke bawah.

Sebelum pembilasan, wiper sebaiknya diangkat dan jangan diaktifkan ketika kaca masih kering.

Setelah endapan abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo mobil, dibilas dan dibersihkan dengan kain mikrofiber. 

Dia juga melanjutkan bahwa pemilik kendaraan juga harus memeriksakan karet wiper yang perlu dibersihkan dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali.

“Yang perlu dihindari adalah membasahi abu sedikit lalu membiarkannya mengering kembali di permukaan kendaraan. Air dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh partikel justru menjadi cara paling aman,” ucap Yannes.

Dengan demikian, pemilik kendaraan perlu memperlakukan abu vulkanik secara berbeda dari debu jalanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.