Berkah Tersembunyi di Balik Surutnya Air Waduk Jatigede, Warga Menggali Peluang Ekonomi dengan Bercocok Tanam
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 20:35 WIB | Oleh: OpikIa memanfaatkan waktu senggang saat air surut untuk meningkatkan produksi. Jika sebelumnya hanya mampu menghasilkan sekitar empat produk per bulan di musim hujan, saat musim kemarau produksinya meningkat menjadi tujuh produk per bulan.
Satu perahu umumnya dapat diselesaikan sekitar satu pekan. Dalam setahun, Endan memperkirakan mampu memproduksi sekitar 50 perahu sesuai permintaan.
Harganya pun menyesuaikan ukuran dan pengerjaan. Perahu tertentu dibanderol sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta, sedangkan ukuran lebih besar dapat mencapai Rp7 juta hingga Rp12 juta.
Endan juga menerima perbaikan dan perombakan perahu. Tidak semua kerusakan membuat pemilik harus membeli perahu baru, karena bagian tertentu masih dapat diperbaiki dan digunakan kembali.
Pembelinya tidak hanya berasal dari sekitar Waduk Jatigede. Ada pula pemesan dari daerah lain, termasuk Cianjur, dengan ukuran perahu disesuaikan kebutuhan pemesan.
Rezeki yang mengikuti musim
Dari tanah, tutut, ikan, hingga perahu, setiap warga menemukan cara berbeda memanfaatkan perubahan yang dibawa musim. Surutnya waduk menciptakan ruang ekonomi yang tidak selalu muncul sepanjang tahun.
Namun, kesempatan tersebut juga memiliki batas waktu. Tanah yang kini ditanami bisa kembali terendam, sementara tepian yang digunakan mencari tutut dan ikan dapat berubah ketika hujan tiba.
Kondisi surut diperkirakan berlangsung hingga musim hujan tiba. Selama air belum kembali naik, warga memilih memanfaatkan ruang yang terbuka untuk memenuhi kebutuhan dan menambah penghasilan.
Bagi mereka, Waduk Jatigede bukan sekadar air yang naik dan turun. Setiap perubahan permukaan membawa aktivitas berbeda, sekaligus memaksa warga terus menyesuaikan cara mempertahankan kehidupan.
Di balik tanah retak, ada benih padi dan mentimun. Di tepian waduk, ada tutut yang dikumpulkan dan ikan yang ditangkap untuk dibawa pulang.
Di tempat lain, suara pengerjaan perahu terus terdengar. Endan membuat perahu untuk mereka yang kembali turun ke perairan, sementara warga lain menunggu hasil dari aktivitas mereka.
Air Jatigede memang sedang surut. Namun, bagi warga yang hidup di sekitarnya, berkurangnya air justru membuka jalan bagi mengalirnya berbagai bentuk rezeki. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!