Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Terkecoh Tren Turun! PVMBG Peringatkan Gunung Anak Krakatau Masih Bisa Meletus Sewaktu-waktu

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 21:10 WIB | Oleh:
Jangan Terkecoh Tren Turun! PVMBG Peringatkan Gunung Anak Krakatau Masih Bisa Meletus Sewaktu-waktu Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Kepala PVMBG Rita Susilawati, di Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9).

SERANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan, namun potensi terjadinya erupsi susulan dipastikan masih tetap ada.

Kepala PVMBG Rita Susilawati, di Serang, Minggu, menyampaikan bahwa meskipun alat pemantauan mencatat tren penurunan, hal tersebut tidak mengindikasikan bahwa aktivitas gunung api di perairan Selat Sunda itu telah sepenuhnya berhenti.

"Memang saat ini alat pemantauan kami memonitor aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, tetapi menurunnya itu bukan berarti akan berhenti aktivitas nya. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi," katanya usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang.

Guna mengantisipasi potensi bahaya tersebut, PVMBG terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh. Rita memastikan seluruh hasil pengamatan akan selalu dikomunikasikan kepada pemerintah daerah setempat, terutama apabila terjadi perubahan rekomendasi penanganan kebencanaan.

Terkait sebaran material erupsi, Rita mengingatkan warga dan otoritas terkait untuk mewaspadai pergerakan abu vulkanik yang arahnya sangat bergantung pada embusan angin dan bisa berubah setiap hari. Pada 6 September, sebaran abu tercatat mengarah ke wilayah barat, bagian selatan Selat Sunda, hingga ke Samudra Hindia.

"Kami memonitor di sini ada beberapa stasiun pengamatan, bekerja sama dengan BMKG dan juga ada stasiun di Australia yang kita bisa bersama-sama memantau perubahan arah angin untuk abu ini, karena abu ini juga akan memengaruhi penerbangan," ujarnya.

Langkah ini dinilai sangat krusial guna memberikan peringatan dini demi memastikan keselamatan rute penerbangan atau aviasi. Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Rita menegaskan bahwa penetapan status kesiagaan ini tidak diukur semata dari besar atau kecilnya skala letusan, melainkan dari tingkat ancaman bahayanya terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Mengingat erupsi yang terus-menerus terjadi dapat mengancam warga serta nelayan, PVMBG merekomendasikan larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.

"Kapan erupsi nya secara persis itu tidak bisa kita ketahui. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya," tutup Rita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.