Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berkah Tersembunyi di Balik Surutnya Air Waduk Jatigede, Warga Menggali Peluang Ekonomi dengan Bercocok Tanam

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 20:35 WIB | Oleh:
Berkah Tersembunyi di Balik Surutnya Air Waduk Jatigede, Warga Menggali Peluang Ekonomi dengan Bercocok Tanam Doc: ANTARA/Ilham Nugraha
Ket. Seorang pencari ikan menggunakan ban sebagai pelampung saat mencari ikan di Waduk Jatigede, Cipaku, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat.

SUMEDANG, JAWA BARAT - Matahari perlahan meninggi di atas Waduk Jatigede, awal September, ketika air yang menyusut meninggalkan hamparan tanah basah, retakan, dan jejak kehidupan lama yang kembali terlihat.

Jalan yang dahulu terendam mulai muncul kembali. Sisa bangunan rumah yang terdampak pembangunan waduk pun perlahan menampakkan diri, seperti potongan masa lalu yang kembali setelah lama hilang.

Bagi sebagian warga di sekitar waduk, surutnya air bukan semata pemandangan yang membuka kembali kenangan. Daratan yang muncul justru membuka kesempatan untuk kembali mencari penghidupan.

Di kawasan Cibungur, Kecamatan Darmaraja, tanah yang terbuka dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Padi dan mentimun ditanam sebelum permukaan air kembali meninggi.

Acim (69) menjadi salah satu warga yang memilih memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mengolah lahan bekas genangan sambil tetap menjalankan usaha dagang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Lumayan untuk menambah modal dagang. Daripada nganggur, tanahnya sedang surut, saya manfaatkan untuk menanam padi dan mentimun sambil berjualan eceran,” kata Acim.

Menurut Acim, permukaan Waduk Jatigede telah menyusut sekitar tiga bulan terakhir. Kali ini, air surut cukup jauh sehingga daratan yang sebelumnya terendam kembali terbuka cukup luas.

Ia tidak mengetahui berapa lama tanah tersebut akan bertahan di permukaan. Karena itu, selama kesempatan masih terbuka, lahan tersebut dipilih untuk menghasilkan sesuatu.

“Kalau hanya mengandalkan dagang, ya begitu saja. Tapi kalau punya padi atau mentimun sendiri, setidaknya tidak perlu membeli untuk kebutuhan,” kata Acim.

Bagi Acim, tanah yang muncul bukan sekadar ruang kosong. Ia menjadi semacam kesempatan sementara yang harus dimanfaatkan sebelum musim hujan membawa kembali air menutupi lahan tersebut.

Sepuluh kilogram dari tepian waduk

Peluang serupa juga ditemukan warga lain, meski bentuknya berbeda. Jika Acim turun membawa cangkul dan bibit, warga lainnya datang dengan tujuan mencari hasil yang sudah tersedia di alam.

Amun Lasim (51) memilih menyusuri tepian waduk untuk mencari tutut. Bersama keluarganya, ia memanfaatkan kawasan yang terbuka ketika air mulai menyusut.

“Ini lagi mencari tutut, dibawa ke Sumedang Kota, dibagi-bagi ke masyarakat dan dimasak sendiri, tidak dijual,” kata Amun saat ditemui di kawasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.