Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Hobi Tulis Diary, Tiga Sutradara Perempuan Ini Sukses Guncang Bioskop Indonesia

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 21:24 WIB | Oleh:
Dari Hobi Tulis Diary, Tiga Sutradara Perempuan Ini Sukses Guncang Bioskop Indonesia Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Sutradara Hadrah Daeng Ratu (kiri), Naya Anindita (tengah), dan Ginanti Rona (kanan) berbicara dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Minggu (6/9).

JAKARTA - Tiga sutradara ternama Indonesia, Hadrah Daeng Ratu, Naya Anindita, dan Ginanti Rona, membagikan kisah perjalanan kariernya menembus industri film nasional dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Minggu (6/9).

"Aku senang bercerita. Bahkan kalau aku bercerita di teman-teman, teman-teman tuh mendengarkan aku dari awal cerita sampai akhir," kata Hadrah dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Minggu.

Pendiri PH Narasi Semesta itu mengatakan bahwa dia terbiasa membaca buku cerita serta menulis cerpen dan prosa sejak sekolah menengah pertama.

Setelah mengikuti kegiatan teater semasa sekolah menengah atas, dia semakin menyadari kesukaannya bercerita, yang selanjutnya membuat dia tertarik menyajikan cerita lewat film.

Guna mengasah kemampuan, dia berusaha menambah wawasan dengan menonton satu film setiap hari ketika memulai karier di industri film.

Hadrah menonton berbagai genre film dan mempelajari proses pembuatannya.

Upayanya berbuah. Hadrah sudah menghasilkan banyak karya. Dia antara lain menyutradarai film "Assalamualaikum Baitullah", "Pantaskah Aku Berhijab", dan "Jangan Buang Ibu."

Sutradara Naya Anindita juga suka bercerita sejak kecil. Kesukaan ayahnya membuat naskah film membuat dia kemudian tertarik pada perfilman.

"Ayahku suka membuat script untuk film yang hanya ditonton oleh keluarga besar kami," kata sutradara film "Komang", "Tunggu Aku Sukses Nanti", dan "Agensi Rumah Tangga" itu.

"Awalnya sebagai remaja aku enggak mau terlibat, tapi dalam perjalanannya, aku akhirnya merasa menemukan bahwa kayaknya dari semua yang aku coba ini yang paling cocok," kata Naya, yang kemudian mempelajari multimedia dan penyiaran.

Sutradara Ginanti Rona menuturkan bahwa kegemaran membaca dan bercerita serta kebiasaan menulis buku harian membuat dia tertarik untuk belajar perfilman di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Setelah itu, keterlibatan dalam produksi film membantunya memahami kompleksitas pekerjaan dan melatih kemampuannya bekerja di industri film.

"Dengan kompleksitas atau tekanan yang kita hadapi itu, akhirnya juga melatih kita untuk bisa punya mental atau kemampuan," kata sutradara film "Qorin" dan "Dasim" itu.

"Dan kita jadi tahu, dan sejauh mana kita bisa tetap bertanggung jawab dan bekerja kita sebaik mungkin dan akhirnya membawa kita lebih jauh lagi ke mimpi kita," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
BMKG Prakirakan Cuaca DKI J...
Daerah
Jangan Panik! Khofifah Mint...
Olahraga
Timnas Futsal Indonesia Tel...
Advertisement
Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.